Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa gerakan kemanusiaan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dalam memaknai momentum kemerdekaan. Semangat kemerdekaan, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui seremoni dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang sedang menghadapi musibah.
“Gebrakan pertama kita untuk peduli NTT sudah terkumpul Rp2,3 miliar. Ini adalah bentuk keberpihakan dan cinta kita terhadap sesama anak bangsa,” ujar Amsakar.
Amsakar mengapresiasi partisipasi berbagai pihak, termasuk PLN Batam, yang telah mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi cerminan kuatnya semangat gotong royong yang tumbuh di Kota Batam.
Bantuan yang dihimpun selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat dan proses pemulihan pascabencana.
Kwin Fo menambahkan, PLN Batam akan terus mendorong nilai kepedulian sosial sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan PLN Batam tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tenaga listrik yang andal, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
“PLN Batam tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Karena itu, ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan, sudah menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan kita untuk ikut hadir dan membantu. Semoga dukungan yang diberikan dari Batam dapat menjadi bagian dari semangat masyarakat NTT untuk bangkit dan pulih kembali,” tutup Kwin Fo.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN Batam menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan.

