Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kepuluan Riau (Kepri) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Daerah (PGID) Kota Batam menggelar kegiatan aksi donor darah yang bertempat di Antrium One Mall Batam, Kota Batam, pada Sabtu (22/08/2026), dari pukul 10.00 – 16.00 WIB.
Aksi tersebut diadakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang mengusung tema “Setetes Darah yang Membawa Sejuta Harapan”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PGIW Kepri dan PGID Kota Batam, bekerja sama dengan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) dan United Evangelical Missio (UVM), serta didukung oleh sejumlah unsur dan mitra lainnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya gereja untuk menghadirkan kasih Kristiani melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Acara ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara gereja, lembaga pelayanan, dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial serta semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Bentuk Nyata Cinta Kasih kepada Bangsa dan Sesama
Sekretaris Umum PGIW Kepri, Pdt. Dr. Otniel Harefa, menjelaskan bahwa aksi donor darah ini bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari komitmen dan program pelayanan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, PGIW Kepri telah merencanakan aksi sosial semacam ini sebagai agenda pelayanan yang dilakukan secara berkala. Kegiatan donor darah sebelumnya juga telah dilaksanakan pada Desember 2025 dalam rangka menyongsong perayaan Natal
“Donor darah ini merupakan aksi keberlanjutan yang telah kita lakukan sebelumnya. Gereja tidak hanya hadir melalui pemberitaan firman dan kegiatan-kegiatan internal, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat melalui tindakan kasih yang konkret. Darah yang kita donorkan mungkin hanya sebagian kecil dari apa yang kita miliki, tetapi bagi seseorang yang sedang membutuhkan transfusi, setetes darah itu dapat menjadi sebuah harapan yang sangat besar,” jelas Pdt. Otniel Harefa.
Ia menambahkan bahwa momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi kesempatan bagi gereja untuk menerjemahkan rasa syukur atas kemerdekaan ke dalam tindakan yang bermanfaat bagi kehidupan bersama.
“Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang kita rayakan dengan upacara dan berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian, solidaritas, dan kesediaan untuk berbagi dengan sesama. Ketika seseorang bersedia mendonorkan darahnya, ia sedang memberikan bagian dari dirinya untuk menyelamatkan kehidupan orang lain. Inilah salah satu bentuk nyata cinta kasih kepada bangsa dan sesama,” tambahnya.
Implementasi Teologis dari Karya Penyelamatan Kristus
Sementara itu, Ketua PGIW Kepri, Pdt. Ronald Octavian Rampala, menegaskan bahwa aksi donor darah juga memiliki makna teologis yang sangat kuat bagi kehidupan gereja.
Menurutnya, tindakan mendonorkan darah dapat menjadi salah satu refleksi iman Kristen mengenai pengorbanan dan kasih Kristus bagi manusia. Alkitab menyaksikan bahwa keselamatan manusia dikerjakan melalui pengorbanan Kristus yang memberikan diri-Nya bagi manusia.
“Secara teologis, kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari pemahaman kita tentang karya penyelamatan Kristus. Tuhan Yesus rela mengorbankan darah-Nya untuk menebus manusia dari dosa. Dalam konteks yang berbeda, darah yang kita donorkan hari ini juga dapat menjadi sarana Tuhan untuk memberikan pertolongan dan harapan kepada orang lain yang sedang membutuhkan transfusi darah,” ungkap Pdt. Ronald.
Ia menekankan bahwa darah yang didonorkan mungkin tidak pernah diketahui siapa penerimanya, tetapi justru di situlah nilai ketulusan pelayanan dan kasih kepada sesama.
“Kita mungkin tidak mengenal siapa yang akan menerima darah kita. Kita juga mungkin tidak pernah bertemu dengannya. Tetapi melalui darah yang kita berikan, ada kehidupan yang mungkin tertolong, ada keluarga yang mungkin dikuatkan, dan ada harapan yang kembali tumbuh. Inilah kasih yang tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan,” katanya.

