PT PLN Batam menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian dan solidaritas PLN Batam terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit sekaligus mendukung upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, kepada Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan turut disaksikan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Dataran Engku Putri, Batam Center.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian PLN Batam untuk hadir tidak hanya melalui pelayanan ketenagalistrikan, tetapi juga melalui kontribusi sosial dan kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
“Bencana yang terjadi di NTT merupakan duka kita bersama. Atas nama seluruh keluarga besar PLN Batam, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta memberikan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana,” ujar Kwin Fo.
Menurut Kwin Fo, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi kebencanaan. Karena itu, PLN Batam menyambut baik kolaborasi yang dibangun bersama Pemerintah Kota Batam serta berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha dalam menghimpun dukungan bagi masyarakat NTT.
“Jarak tidak boleh menjadi batas bagi kepedulian. Dari Batam, kami ingin menyampaikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak sendiri. Semangat kebersamaan dan gotong royong inilah yang harus terus kita jaga sebagai sesama anak bangsa,” tambahnya.
Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari gerakan Batam Peduli Bencana NTT yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial, serta berbagai elemen lainnya di Kota Batam.
Pada tahap pertama, gerakan tersebut berhasil menghimpun bantuan sebesar Rp2,3 miliar. Dari jumlah tersebut, PLN Batam memberikan kontribusi sebesar Rp1 miliar, PT Wasco Engineering Indonesia Rp900 juta, Gabungan Pengusaha Batam Rp300 juta, serta BAZNAS Kota Batam Rp100 juta.

