Distribusi air minum di Kota Batam mulai berangsur pulih setelah terdampak pemadaman listrik pada Senin (12/10/2026).

Hingga Selasa (13/10/2026) pukul 10.00 WIB, sekitar 80 persen wilayah pelanggan telah kembali menerima aliran air.

BP Batam terus mempercepat normalisasi jaringan perpipaan melalui pemantauan instalasi pengolahan air (IPA) dan koordinasi dengan PLN.

Meski sejumlah instalasi telah beroperasi normal, gangguan listrik susulan dan keterbatasan kapasitas produksi masih memengaruhi pasokan di beberapa kawasan.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki yang diprioritaskan bagi rumah sakit, rumah ibadah, dan permukiman terdampak.

Normalisasi jaringan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2 x 24 jam agar tekanan dan volume air kembali stabil.

BP Batam mengimbau warga tetap tenang, mengikuti informasi resmi, serta tidak mengambil air langsung dari waduk karena berisiko terhadap keselamatan dan kualitas air.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional instalasi tidak serta-merta membuat seluruh pelanggan langsung menerima air secara normal. Jaringan perpipaan perlu kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil.

“Pemulihan distribusi air membutuhkan proses karena jaringan perpipaan harus kembali terisi secara bertahap. Pelanggan yang berada di ujung jaringan atau di wilayah dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air yang stabil,” ujar Denny.