“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” ujar Amsakar.
Tidak berhenti pada penambahan debit dari embung, BP Batam juga menyiapkan penyambungan pipa berdiameter 250 mm dan 300 mm. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari sistem interkoneksi untuk meningkatkan efektivitas booster dalam mendorong air menuju masyarakat.
Langkah tersebut menjadi penting karena persoalan yang dihadapi bukan hanya rendahnya muka air waduk, tetapi juga bagaimana air yang tersedia tetap dapat didorong dan didistribusikan secara optimal kepada masyarakat.
“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” kata Amsakar.
BP Batam menyebut gangguan distribusi air yang terjadi saat ini berkaitan dengan penurunan TMA Waduk Nongsa. Minimnya curah hujan membuat pasokan air baku ke waduk berkurang, sementara kebutuhan masyarakat tetap harus dipenuhi.
Di tengah kondisi tersebut, Amsakar juga mengajak masyarakat melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan. Menurutnya, penanganan persoalan air dilakukan melalui dua sisi, yakni langkah teknis dan ikhtiar spiritual.
“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar.

