Terima Surat Peringatan pada 29 Oktober 2026

Pada Kamis (29/10/2026), guru tersebut mengaku kembali menerima surat peringatan dari pihak yayasan. Surat itu, menurutnya, berkaitan dengan dugaan kelalaian memenuhi ketentuan jam kehadiran di kantor, yakni pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Ia mempertanyakan penerapan ketentuan tersebut karena menilai jam kerja yang diberlakukan tidak sesuai dengan jadwal kerja guru yang selama ini dijalaninya.

“Saya memiliki SK sebagai guru, sertifikat pendidik, KTA guru, NUPTK, dan terdaftar di Dapodik serta Simpatika. Dokumen tersebut bisa saya tunjukkan untuk menjelaskan status saya sebagai tenaga pendidik,” katanya.

Ia menegaskan, statusnya yang masih tercatat sebagai guru aktif menjadi alasan dirinya tetap berusaha menjalankan kewajiban pekerjaan meskipun kegiatan belajar mengajar di sekolah telah berhenti.

Mengaku Terpaksa Menunggu di Pos Keamanan

Selain persoalan status pekerjaan dan pembayaran gaji, guru tersebut juga menyoroti kondisi tempat kerja yang menurutnya memprihatinkan.

Ia mengaku tidak ada siswa yang beraktivitas di sekolah, sementara kantor tempatnya bekerja dalam kondisi terkunci. Akibatnya, ia bersama seorang rekan sesama guru menyebut harus menunggu di area pos keamanan setiap hari karena tidak dapat mengakses kantor.

“Jujur, saya merasa diintimidasi oleh pihak Yayasan YMCS dengan kondisi seperti ini. Di sekolah tidak ada siswa satu pun, kantor kami dikunci, dan saya bersama rekan sesama guru setiap hari hanya duduk di tempat sekuriti karena kantor ditutup. Kami merasa seperti tidak ada nilainya,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, ia meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan SMK Multistudi High School dan Yayasan YMCS.

“Saya meminta pihak berwajib untuk mengaudit SMK Multistudi High School,” tegasnya.

Ketua Yayasan YMCS Belum Berikan Klarifikasi Substantif

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui Ketua Yayasan YMCS, Ajie Sawung, pihak yayasan belum memberikan penjelasan substantif terkait sejumlah persoalan yang ditanyakan.

Melalui pesan WhatsApp, Ajie menyampaikan bahwa pertanyaan konfirmasi telah diteruskan kepada tim yayasan yang berwenang. Ia juga menyatakan bahwa tim tersebut akan memberikan klarifikasi resmi melalui percakapan yang sama.

“Terima kasih atas konfirmasi rinci yang Bapak/Ibu sampaikan terkait SMK Multistudi High School dan Yayasan YMCS. Pesan ini sudah kami teruskan kepada tim yayasan yang berwenang. Tim kami akan memberikan klarifikasi resmi terkait seluruh poin yang Bapak/Ibu tanyakan — penghentian aktivitas sejak 1 September 2026, status kepegawaian, surat panggilan 28 September 2026, surat peringatan 29 Oktober 2026, ketentuan jam kerja, pembayaran gaji, kondisi kantor, status administrasi guru, hingga rencana penyelesaian — langsung di chat ini. Mohon ditunggu, tim akan segera merespons,” demikian bunyi balasan pesan WhatsApp dari Ketua Yayasan YMCS, Ajie Sawung.

Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi substantif dari pihak yayasan terkait pengaduan guru tersebut belum diterima. Penjelasan dari pihak yayasan masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang berimbang mengenai penghentian aktivitas sekolah, status kepegawaian guru, pembayaran gaji, serta penerbitan surat panggilan kerja dan surat peringatan.