Pertama, Gema menduga adanya target agar Presiden Prabowo diganti dalam kurun waktu dua tahun.
Kedua, ia mengemukakan dugaan bahwa pihak yang dipersiapkan untuk menggantikan Presiden telah tersedia.
Ketiga, dalam analisisnya, Gema mengaitkan dugaan tersebut dengan kepentingan kelompok oligarki dan mafia koruptor yang menurutnya tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah.
Keempat, Gema menyebut dugaan keterlibatan orang-orang dari lingkungan internal institusi, termasuk unsur yang dalam materi presentasinya dikaitkan dengan lingkungan Kapolri, ajudan Presiden, dan ahli sistem.
Kelima, ia menggambarkan kemungkinan penggunaan berbagai kelompok untuk memengaruhi situasi politik, mulai dari oknum, artis, influencer, mahasiswa, kalangan ekonomi, akademisi, hingga pengguna media sosial.
Gema juga menyampaikan pandangannya bahwa upaya mengganti pemerintahan tidak selalu harus digambarkan melalui penggunaan senjata. Menurut konstruksi analisisnya, hal tersebut dapat melibatkan niat, persiapan, jaringan, dan mobilisasi dukungan.
Meski demikian, hubungan antara dugaan penyadapan dan tindak pidana makar sebagaimana disampaikan Gema merupakan pandangan analitis dalam presentasinya.
Gema Petakan Tiga Kelompok Pengguna Informasi Hasil Penyadapan
Gema selanjutnya memaparkan tiga kategori pihak yang menurut analisisnya berpotensi menjadi pengguna informasi hasil dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan lingkaran pertama. Bahkan, ia menduga bahwa penyadap itu adalah kontraktor yang menerima bayaran.
User 1: Pihak Luar yang Berkepentingan terhadap Kebijakan Ekonomi
Kategori pertama digambarkan Gema sebagai pihak luar yang diduga memiliki kepentingan terhadap informasi mengenai kebijakan ekonomi, ekspor, transfer pricing, serta pergerakan aset.
Dalam materi tersebut, Gema juga menyinggung kemungkinan pemanfaatan informasi untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah sebelum diumumkan secara resmi.
User 2: Lawan Politik dan Jaringan Kekuasaan
Kategori kedua, menurut pemetaan Gema, berkaitan dengan lawan politik dan jaringan kekuasaan.
Ia mengaitkan kelompok ini dengan dugaan kepentingan terhadap perubahan susunan kekuasaan, pergantian pejabat, serta pengaruh terhadap arah pemerintahan.
User 3: Aktor Domestik dan Kepentingan Asing
Kategori ketiga merupakan kelompok yang dalam analisis Gema digambarkan sebagai aktor domestik dan pihak asing dengan kepentingan berbeda, tetapi berpotensi bertemu dalam persoalan informasi strategis.
Menurut Gema, pemetaan calon pengguna informasi tersebut penting untuk memahami siapa yang berpotensi memperoleh manfaat apabila dugaan penyadapan benar-benar terjadi.
Namun, ketiga kategori tersebut merupakan klasifikasi analitis yang disampaikan dalam presentasi dan belum menunjukkan identitas maupun keterlibatan pihak tertentu secara faktual.
Gema Soroti Empat Sektor Ekonomi yang Diduga Berkaitan
Sektor pertama adalah perkebunan sawit. Gema mengaitkan sektor ini dengan kebijakan pemeriksaan pajak dan ekspor.
Sektor kedua adalah pertambangan, termasuk batu bara, nikel, dan emas. Dalam paparannya, ia menyinggung persoalan ekspor, hilirisasi, serta dugaan praktik ilegal dalam aktivitas pertambangan.
Sektor ketiga adalah mafia pajak dan praktik under-invoicing. Gema menghubungkan sektor tersebut dengan dugaan penghindaran kewajiban serta penggunaan jalur transaksi lintas negara.
Sektor keempat adalah perjudian daring dan narkoba. Dalam materi presentasinya, kedua sektor tersebut disebut sebagai bidang dengan perputaran uang tunai berskala besar.
Selain itu, Gema menyoroti Singapura dan China dalam pemetaan kepentingan ekonomi lintas negara.
Singapura digambarkan dalam analisisnya sebagai salah satu lokasi transit transaksi dan keuntungan ekspor. Sementara itu, China dikaitkan dengan kepentingan industri pengolahan mineral dan pembiayaan proyek-proyek besar.
Tujuh Jenis Informasi yang Menurut Gema Diduga Menjadi Sasaran Penyadapan
Gema memaparkan tujuh kategori informasi yang menurut materi presentasinya berpotensi menjadi sasaran penyadapan terhadap Presiden dan lingkaran pertama selama periode 2025 hingga Oktober 2026.
- Keputusan ekonomi sebelum diumumkan. Gema menyebut informasi mengenai rencana pajak, ekspor, kebijakan satu pintu, Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga kebijakan strategis pemerintah sebagai informasi yang diduga menjadi sasaran.
- Siapa yang akan diangkat dan dicopot. Menurut pemaparannya, informasi mengenai rencana pergantian pejabat, reshuffle kabinet, serta perubahan posisi strategis pemerintahan berpotensi menjadi sasaran pengumpulan informasi.
- Peta kepercayaan Presiden. Gema memasukkan informasi mengenai pihak yang sering berkomunikasi dengan Presiden, orang-orang yang dipercaya, serta jaringan yang memiliki akses terhadap pengambilan keputusan.
- Pihak yang akan diperiksa atau disita. Dalam materi tersebut, ia menyebut informasi mengenai target pemeriksaan pajak, penyitaan aset, hingga pihak yang berpotensi menjadi sasaran penegakan hukum.
- Jadwal dan lokasi secara real-time. Gema mengidentifikasi informasi mengenai posisi Presiden, menteri, jadwal pertemuan, perjalanan, dan agenda penting pemerintahan sebagai kategori informasi strategis.
- Kelemahan dan konflik internal. Menurut analisisnya, informasi mengenai kemungkinan perselisihan antarpejabat, ketegangan dalam pemerintahan, serta persoalan internal yang berpotensi memengaruhi stabilitas kabinet juga menjadi perhatian.
- Peta lawan dan kawan di luar istana. Gema menyebut informasi mengenai komunikasi politik, hubungan dengan partai, media, organisasi masyarakat, hingga pihak-pihak yang mendukung maupun berseberangan dengan pemerintah.
Gema menjelaskan bahwa informasi-informasi tersebut dapat memiliki nilai strategis apabila diperoleh sebelum kebijakan atau keputusan resmi pemerintah diumumkan.
Gema Paparkan Langkah Penelusuran Dugaan Transaksi dan Kebocoran Informasi
Dalam bagian penutup presentasinya, Gema menguraikan sejumlah langkah yang menurutnya dapat dilakukan untuk menguji dugaan rantai transaksi dan distribusi informasi.
Langkah-langkah yang dipaparkannya mencakup penelusuran rekening dan aset pihak-pihak yang diduga terkait, pemeriksaan log sistem informasi, pencocokan waktu kebocoran data, penelusuran komunikasi dengan pihak terkait, serta pemeriksaan jejak transfer ke luar negeri.
Gema juga menekankan pentingnya mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari informasi yang disebutnya telah bocor.
Secara keseluruhan, paparan Gema Goeyardi dalam tayangan Astronacci mengangkat sejumlah isu besar, mulai dari dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, klaim mengenai kemungkinan aliran dana Rp25 triliun hingga anggaran Rp50 triliun, dugaan sabotase kebijakan ekonomi atau Prabowonomics, hingga skenario pelemahan pemerintahan.
Seluruh tuduhan, pemetaan jaringan, nominal dana, serta dugaan keterlibatan pihak dan institusi yang disebutkan dalam artikel ini merupakan bagian dari pernyataan dan analisis Gema Goeyardi dalam tayangan tersebut.
Informasi ini bersumber dari tayangan yang diunggah melalui akun YouTube kanal Astronacci pada Sabtu (7/11/2026), dengan pemaparan oleh Assist. Prof., Dr. Gema Goeyardi.

