“Keadaan mitra driver sudah sulit dengan kebijakan-kebijakan aplikasi yang terus mengrong-rong harkat dan martabat mitra driver, ditambah aturan perundang-undangan yang tidak berpihak kepada mitra driver,” ucap Sekum ADOB Gusril saat diwawancarai, Senin (24/02).
Ia menyebut, untuk program akses Grab Hemat Berbayar ini memang belum berjalan di Kota Batam. Maka dengan ini, pihaknya mengingatkan kepada pihak Grab Cabang Batam, apabila ada program baru agar mitranya diajak berkomunikasi dan berkoordinasi terkait program tersebut.
“Jangan seolah-olah driver itu diexspolitasi (Kekejian/Kezaliman) dan berharap untuk tidak dipersulit lagi Mitra Driver, khususnya di Kota Batam,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih melakukan konfirmasi kepada Pihak aplikator, ADOB dan Instansi terkait untuk perkembagan selanjutnya./Red.

