Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperoleh apresiasi kinerja tertinggi dari kelompok anak muda dalam survei Muda Bicara ID periode 15 September–10 Oktober 2026.
Pramono meraih penilaian positif sebesar 62,5 persen. Ia mengungguli Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang memperoleh 60,8 persen dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebesar 58,2 persen.
Selisih penilaian Pramono Anung dengan Sherly hanya 1,7 poin persentase. Adapun jaraknya dengan Dedi mencapai 4,3 poin persentase. Angka tersebut menempatkan Pramono di posisi teratas di antara tiga gubernur yang disebut dalam hasil survei itu, meski belum cukup untuk menyimpulkan bahwa perbedaan penilaian mereka signifikan secara statistik
Namun, di balik tingginya penilaian terhadap para kepala daerah, survei ini juga mengirimkan pesan penting: integritas dan kemampuan menciptakan lapangan kerja menjadi tolok ukur utama kepemimpinan.
Integritas dan pekerjaan, dua tuntutan yang saling berkaitan
Tingginya perhatian terhadap integritas menunjukkan bahwa persoalan kepemimpinan tidak dapat dilepaskan dari kepercayaan publik. Bagi masyarakat, termasuk kelompok usia muda, pemerintahan yang baik bukan sekadar pemerintahan yang mampu menjalankan program, melainkan juga yang bersih, transparan, dan dapat mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran.
Sementara itu, tingginya penilaian terhadap kemampuan menciptakan lapangan kerja memperlihatkan pentingnya dimensi ekonomi dalam mengukur kinerja kepala daerah. Lapangan kerja bukan hanya persoalan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kesempatan memperoleh penghasilan, kepastian masa depan, dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup.

