Kwin Fo mengatakan, rangkaian kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya PLN Batam mempersiapkan sistem kelistrikan yang mampu mengikuti pertumbuhan Batam sebagai kawasan industri, investasi, dan ekonomi digital.
“Batam tidak boleh berpikir kecil. Posisi kita sangat strategis, berhadapan langsung dengan pusat-pusat ekonomi dunia. Kalau Batam ingin menjadi kawasan industri dan ekonomi digital yang diperhitungkan, energinya harus disiapkan dengan visi yang sama besarnya. Kita tidak boleh membangun untuk kebutuhan kemarin. Kita harus membangun untuk kebutuhan dua puluh dan tiga puluh tahun ke depan,” ujar Kwin Fo.
Menurutnya, peningkatan kebutuhan energi dari industri dan pusat data harus diimbangi dengan pengembangan sumber energi yang semakin bersih dan berkelanjutan.
“Investasi global sekarang tidak hanya bertanya apakah listrik tersedia. Mereka juga bertanya: listrik itu berasal dari mana, seberapa hijau energinya, seberapa andal sistemnya, dan apakah pasokannya mampu berkembang mengikuti bisnis mereka. Ini tantangan sekaligus peluang besar bagi Batam,” jelasnya.
Kwin Fo menambahkan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak berarti meninggalkan aspek keandalan. Transformasi sistem kelistrikan harus dilakukan secara terukur dengan tetap menjaga kecukupan pasokan dan stabilitas sistem.
“Kita harus berani bergerak menuju energi yang lebih bersih, tetapi kita juga harus realistis dan disiplin. Energi hijau harus dibangun dengan teknologi, perencanaan, penyimpanan energi, jaringan, dan sistem yang kuat. Transformasi tidak boleh mengorbankan keandalan. Justru transformasi harus membuat sistem kita semakin tangguh,” katanya.
Ia menegaskan bahwa empat kesepakatan yang ditandatangani merupakan langkah awal yang selanjutnya harus diterjemahkan menjadi pelaksanaan konkret.
“Saya tidak ingin kerja sama ini berhenti menjadi tanda tangan, foto bersama, lalu selesai. Setiap kesepakatan harus memiliki tindak lanjut. Ada target, ada kajian, ada keputusan, dan pada akhirnya harus ada hasil nyata. Karena ukuran keberhasilan bukan berapa banyak MoU yang kita tandatangani, tetapi berapa banyak manfaat yang benar-benar lahir dari kerja sama itu,” tegas Kwin Fo.
Menurutnya, perjuangan generasi saat ini adalah memastikan Indonesia memiliki fondasi energi yang kuat untuk menopang kemandirian ekonomi.
“Para pendiri bangsa memberikan kepada kita sebuah negara yang merdeka. Tanggung jawab kita adalah menyerahkan kepada generasi berikutnya sebuah negara yang lebih kuat. Negara yang energinya cukup, ekonominya tumbuh, manusianya unggul, teknologinya maju, dan tidak gentar bersaing dengan bangsa mana pun. Dari Batam, PLN Batam ingin menjadi bagian dari perjuangan besar itu,” pungkas Kwin Fo.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN Batam menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi, mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan, meningkatkan kesiapan sumber daya manusia, serta mendukung Batam menjadi kawasan industri dan investasi yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.

