Memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui langkah nyata, PT PLN Batam menandatangani empat kesepakatan strategis bersama mitra di bidang energi hijau, pendidikan, penelitian, serta pengembangan solusi kelistrikan.

Empat kerja sama tersebut dilakukan bersama Politeknik Negeri Batam, PT Sumber Energi Surya Nusantara, PT Solusi Abadi Energi, dan PT Digitalland Services One. Rangkaian penandatanganan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di PLN Batam.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan momentum kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk membangun kemandirian bangsa, termasuk dalam sektor energi.

“Kemerdekaan yang sejati adalah ketika kita mampu menentukan masa depan kita sendiri. Dalam energi, itu berarti bangsa ini harus memiliki keberanian membangun kapasitasnya, menguasai teknologinya, menyiapkan manusianya, dan tidak terus-menerus bergantung pada keadaan. Hari ini kita tidak sedang sekadar menandatangani dokumen. Kita sedang meletakkan batu pertama untuk masa depan energi Batam,” tegas Kwin Fo.

Kerja sama pertama dilakukan antara PLN Batam dengan Politeknik Negeri Batam melalui Nota Kesepahaman Kemitraan Strategis Pendidikan, Penelitian, dan Solusi Kelistrikan Terintegrasi. Kolaborasi tersebut menjadi landasan penguatan hubungan antara industri dan pendidikan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia serta inovasi di bidang kelistrikan.

Menurut Kwin Fo, pembangunan energi tidak dapat hanya mengandalkan infrastruktur tanpa mempersiapkan sumber daya manusia.

“Kita dapat membeli mesin, membangun pembangkit, dan mendatangkan teknologi. Tetapi bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang menggunakan teknologi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menguasai, mengembangkan, dan menciptakan teknologinya sendiri. Karena itu, kerja sama dengan dunia pendidikan adalah investasi untuk masa depan,” katanya.

Kerja sama kedua dilakukan bersama PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) melalui Nota Kesepahaman Studi Bersama atau Joint Study rencana pengembangan PLTS Apung berkapasitas 1.000 MWp di Batam.

Selanjutnya, PLN Batam dan PT Solusi Abadi Energi menandatangani Head of Agreement terkait pengembangan PLTS berkapasitas 200 MWp di Kawasan Rempang.

Kerja sama keempat dilakukan dengan PT Digitalland Services One (DayOne) melalui Head of Agreement penyediaan green energy. Dalam rencana tersebut, PLN Batam akan menyediakan energi hijau dari PLTS ground-mounted atau floating yang dikombinasikan dengan Battery Energy Storage System (BESS), yang akan dibahas lebih lanjut melalui joint planning session.