Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, menunjukkan tekad kuat untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Meski mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kanan, pembalap asal Spanyol tersebut tidak ingin begitu saja mengakhiri perjuangannya di tengah persaingan musim ini.

Martin berupaya kembali mengaspal dalam gelaran MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Malaysia. Keputusan tersebut terbilang berisiko mengingat cedera yang dialaminya membutuhkan waktu pemulihan normal sekitar empat hingga lima pekan.

Cedera itu bermula ketika Martin mengalami kecelakaan saat menjalani Sprint Race MotoGP Australia di Phillip Island, Sabtu (24/10/2026). Insiden tersebut membuatnya mengalami patah tulang radius pada pergelangan tangan kanan sekaligus memaksanya absen dari balapan utama.

Namun, harapan Martin untuk kembali tampil di Malaysia tetap terbuka setelah menjalani pemeriksaan medis. Ia mendapatkan izin untuk mengikuti sesi latihan bebas pertama (FP1), dengan kondisi fisiknya akan kembali dievaluasi setelah turun ke lintasan.

Martin mengakui kondisinya belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, ia merasa bersyukur masih memiliki kesempatan untuk mencoba kembali mengendarai motor balapnya.

“Saya merasa baik. Kondisi saya sebenarnya bisa jauh lebih buruk setelah kecelakaan tersebut. Saya bersyukur masih bisa mencoba kembali setelah hanya lima hari sejak mengalami patah tulang radius,” ungkap Martin, dikutip dari Crash.net.

Ia juga menyadari bahwa mendapatkan izin medis untuk mengikuti latihan bukan berarti dirinya otomatis mampu menyelesaikan seluruh rangkaian balapan.

Menurutnya, kemampuan fisik saat berada di atas motor akan menjadi penentu apakah ia dapat melanjutkan perjuangan hingga balapan utama.

“Untuk dinyatakan fit merupakan langkah pertama. Namun, mengendarai motor adalah tantangan yang jauh lebih besar. Setelah mencoba di lintasan, saya akan menentukan apakah bisa melanjutkan akhir pekan balapan ini atau tidak,” jelasnya.

Tidak Ingin Kehilangan Peluang Juara

Ambisi Martin untuk tetap berada dalam persaingan gelar juara dunia menjadi salah satu alasan kuat dirinya memilih kembali ke lintasan lebih cepat dari perkiraan pemulihan medis.

Ia mengungkapkan, apabila tidak sedang terlibat dalam perebutan gelar, kemungkinan besar dirinya akan memilih menjalani perawatan dan mengistirahatkan tangan selama beberapa pekan.

“Jika saya tidak sedang bersaing memperebutkan kejuaraan, saya mungkin sudah berada di rumah dengan tangan menggunakan gips selama empat atau lima pekan. Namun, sekarang saya memilih mencoba karena situasinya berbeda,” tuturnya.

Pembatalan balapan utama MotoGP Australia akibat cuaca buruk juga membuat peluang Martin untuk mengejar ketertinggalan poin tetap terbuka. Saat ini, ia masih terpaut 10 poin dari Marc Marquez yang memimpin klasemen sementara.

Dengan empat seri tersisa, persaingan menuju gelar juara dunia masih menyisakan peluang bagi Martin untuk memberikan tekanan kepada rivalnya tersebut.

Martin pun menegaskan bahwa perjuangannya belum berakhir. Meski kondisi fisiknya belum ideal, ia tidak ingin menutup peluang sebelum benar-benar mengetahui kemampuannya di lintasan.

“Selama semuanya belum berakhir, peluang itu masih ada. Apa pun masih bisa terjadi dalam perebutan gelar juara dunia,” tegasnya.

Meski demikian, Martin memilih untuk tidak terlalu jauh memikirkan klasemen. Fokus utamanya saat ini adalah mengukur kemampuan fisik dan memastikan dirinya masih kompetitif ketika kembali mengendarai motor Aprilia.

“Saya ingin melihat apakah masih mampu bersaing. Jika ternyata kompetitif, berarti peluang saya masih terbuka. Namun, jika tidak, kita harus menerima kenyataan tersebut,” pungkasnya.

Keberanian Martin mencoba tampil di Sepang menjadi perhatian tersendiri dalam persaingan MotoGP 2026. Namun, keputusan untuk melanjutkan balapan tetap bergantung pada perkembangan kondisi cedera serta hasil evaluasi tim medis.