Ambisi Martin untuk tetap berada dalam persaingan gelar juara dunia menjadi salah satu alasan kuat dirinya memilih kembali ke lintasan lebih cepat dari perkiraan pemulihan medis.
Ia mengungkapkan, apabila tidak sedang terlibat dalam perebutan gelar, kemungkinan besar dirinya akan memilih menjalani perawatan dan mengistirahatkan tangan selama beberapa pekan.
“Jika saya tidak sedang bersaing memperebutkan kejuaraan, saya mungkin sudah berada di rumah dengan tangan menggunakan gips selama empat atau lima pekan. Namun, sekarang saya memilih mencoba karena situasinya berbeda,” tuturnya.
Pembatalan balapan utama MotoGP Australia akibat cuaca buruk juga membuat peluang Martin untuk mengejar ketertinggalan poin tetap terbuka. Saat ini, ia masih terpaut 10 poin dari Marc Marquez yang memimpin klasemen sementara.
Dengan empat seri tersisa, persaingan menuju gelar juara dunia masih menyisakan peluang bagi Martin untuk memberikan tekanan kepada rivalnya tersebut.
Martin pun menegaskan bahwa perjuangannya belum berakhir. Meski kondisi fisiknya belum ideal, ia tidak ingin menutup peluang sebelum benar-benar mengetahui kemampuannya di lintasan.
“Selama semuanya belum berakhir, peluang itu masih ada. Apa pun masih bisa terjadi dalam perebutan gelar juara dunia,” tegasnya.
Meski demikian, Martin memilih untuk tidak terlalu jauh memikirkan klasemen. Fokus utamanya saat ini adalah mengukur kemampuan fisik dan memastikan dirinya masih kompetitif ketika kembali mengendarai motor Aprilia.
“Saya ingin melihat apakah masih mampu bersaing. Jika ternyata kompetitif, berarti peluang saya masih terbuka. Namun, jika tidak, kita harus menerima kenyataan tersebut,” pungkasnya.
Keberanian Martin mencoba tampil di Sepang menjadi perhatian tersendiri dalam persaingan MotoGP 2026. Namun, keputusan untuk melanjutkan balapan tetap bergantung pada perkembangan kondisi cedera serta hasil evaluasi tim medis.

