Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menerbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai pedoman dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan peringatan tahun ini.

Masyarakat maupun instansi yang membutuhkan dokumen pendukung Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dapat mengakses dan mengunduhnya melalui tautan resmi berikut: https://bit.ly/SumpahPemuda-98.

Dokumen tersebut mencakup pedoman pelaksanaan, tata cara upacara, serta berbagai berkas pendukung untuk menjadi acuan dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.” Tema ini mengandung pesan penting bagi generasi muda untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air, ketangguhan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.

PATRIOTIK

Gerak melingkar yang menyerupai sayap Garuda menjadi simbol bahwa cinta tanah air adalah daya angkat, bukan beban. Patriotisme bukan sekadar retorika, melainkan keteguhan dalam menjaga semangat perjuangan agar tetap menyala bagi generasi berikutnya.

“Patriot sejati bukan yang menguasai tanah, tetapi yang menjaga cahayanya tetap hidup.”

GIGIH

Logam tidak langsung bersinar. Ia membutuhkan waktu, tekanan, dan panas untuk menempa kekuatannya. Demikian pula pemuda Indonesia, yang menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembentukan karakter dan ketangguhan jiwa.

“Gigih bukan sekadar bertahan, tetapi terus menyala ketika yang lain padam.”

BEREMPATI

Cahaya yang lahir di tengah pusaran tidak menyilaukan, melainkan menghangatkan. Cahaya tersebut hadir bukan untuk mendominasi, tetapi untuk menerangi dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Kekuatan tanpa empati hanyalah kekerasan; empati menjadikan kekuatan bermakna.”

FILOSOFI KESELURUHAN: Besi yang Menjadi Cahaya

Logo ini merupakan metafora perjalanan bangsa yang ditempa oleh waktu dan dibentuk oleh sejarah, tetapi senantiasa berupaya menghasilkan cahaya. Besi melambangkan ketangguhan, api merepresentasikan semangat, sedangkan cahaya menjadi tujuan bersama: mewujudkan Indonesia yang tangguh, berjiwa besar, dan berempati.