Persaingan memperebutkan gelar Most Valuable Player (MVP) NBA musim 2026-2027 mulai memperlihatkan sejumlah nama kuat.
Bintang Los Angeles Lakers, Luka Dončić, menempati posisi teratas dalam daftar perdana Kia MVP Ladder yang dirilis NBA pada 6 November 2026.
Dončić unggul atas pemain muda San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, yang berada di peringkat kedua. Sementara itu, peraih MVP dua musim terakhir, Shai Gilgeous-Alexander dari Oklahoma City Thunder, menempati urutan ketiga.
Penilaian awal tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan di antara para pemain elite NBA. Selain produktivitas individu, konsistensi penampilan dan kontribusi terhadap kemenangan tim menjadi faktor penting dalam perjalanan menuju penghargaan individu paling bergengsi tersebut.
Dončić langsung mencuri perhatian melalui catatan statistik yang luar biasa. Hingga pembaruan daftar tersebut, pemain asal Slovenia itu membukukan rata-rata 38,5 poin, 8,1 rebound, dan 8,0 assist per pertandingan.
Penampilannya semakin mengesankan setelah mencatatkan enam pertandingan beruntun dengan minimal 35 poin, lima rebound, lima assist, serta lima tembakan tiga angka. Catatan tersebut menjadikannya pemain pertama dalam sejarah NBA yang mampu mencapai kombinasi statistik tersebut selama enam pertandingan berturut-turut.
Bahkan, Dončić berhasil mencetak sedikitnya 40 poin dalam lima dari enam pertandingan terakhirnya. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika membukukan 52 poin saat menghadapi Utah.
Performa tersebut memperkuat posisinya sebagai kandidat utama MVP pada awal musim. Tidak hanya produktif dalam mencetak angka, Dončić juga memperlihatkan kontribusi melalui distribusi bola dan peningkatan permainan bertahan.
Di bawah Dončić, Wembanyama menjadi pemain yang paling menarik perhatian. Bintang asal Prancis tersebut menempati peringkat kedua setelah menunjukkan performa spektakuler bersama San Antonio Spurs.
Wembanyama memiliki rata-rata 29,0 poin, 12,4 rebound, dan 4,5 blok per pertandingan. Salah satu penampilan fenomenalnya terjadi ketika menghadapi Dallas Mavericks dengan torehan 52 poin, 24 rebound, dan delapan blok.
Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang kariernya untuk poin dan rebound. Ia juga menjadi pemain pertama sejak Bob McAdoo pada 1974 yang mampu membukukan sedikitnya 50 poin, 20 rebound, dan lima blok dalam satu pertandingan.
Sementara itu, Shai Gilgeous-Alexander berada di posisi ketiga dengan rata-rata 30,1 poin, 4,5 assist, dan 4,3 rebound per pertandingan.
Tantangan besar menanti pemain Oklahoma City Thunder tersebut. Selain berupaya mempertahankan dominasi dalam perebutan MVP, Shai juga harus menjaga daya saing tim di tengah sejumlah persoalan cedera pemain, termasuk Chet Holmgren dan Jalen Williams.
Meski demikian, Shai tetap memperlihatkan kualitasnya sebagai pemimpin tim. Penampilan impresifnya melawan Cleveland Cavaliers, ketika mencatatkan 43 poin, delapan assist, tiga rebound, dan dua steal dengan hanya satu kali kehilangan bola, menjadi salah satu bukti kemampuannya.
Tyrese Maxey dan Jayson Tatum Masuk Lima Besar
Persaingan di posisi berikutnya juga tidak kalah menarik. Tyrese Maxey dari Philadelphia 76ers menempati peringkat keempat dengan rata-rata 28,0 poin, 5,4 assist, dan 3,8 rebound per pertandingan.
Maxey menjadi salah satu pemain paling produktif di Philadelphia. Kemampuannya memberikan kontribusi dalam menyerang maupun bertahan membuat perannya semakin penting bagi tim.
Di posisi kelima terdapat Jayson Tatum dari Boston Celtics. Setelah melewati masa pemulihan cedera Achilles, Tatum mulai memperlihatkan kembali kapasitasnya sebagai pemain andalan.
Ia mencatatkan rata-rata 27,0 poin, 7,9 assist, dan 6,0 rebound per pertandingan. Tatum juga menunjukkan kemampuan memikul tanggung jawab lebih besar setelah Jaylen Brown bergabung dengan Philadelphia 76ers.
Sengun dan Curry Tetap Menjadi Ancaman
Peringkat keenam ditempati Alperen Sengun dari Houston Rockets. Pemain tersebut membukukan rata-rata 22,4 poin, 9,1 rebound, dan 8,1 assist per pertandingan.
Sengun memperlihatkan perkembangan signifikan, terutama dalam membangun serangan dan mendistribusikan bola. Kontribusinya membuat Rockets memiliki salah satu pemain paling komplet pada awal musim.
Selanjutnya, Stephen Curry dari Golden State Warriors berada di urutan ketujuh. Meski telah berusia 38 tahun, Curry masih menjadi ancaman besar bagi pertahanan lawan.
Pemain yang pernah dua kali meraih MVP tersebut mencatatkan rata-rata 29,9 poin, 4,5 assist, dan 3,7 rebound per pertandingan. Produktivitasnya menjadi modal penting bagi Warriors untuk menjaga persaingan di Wilayah Barat.
Giannis Antetokounmpo menempati posisi kedelapan setelah memulai babak baru bersama Miami Heat. Ia membukukan rata-rata 27,3 poin, 12,7 rebound, dan 5,6 assist per pertandingan.
Meski statistik individunya tetap mengesankan, Miami masih membutuhkan konsistensi kemenangan agar Giannis dapat memperbaiki posisinya dalam persaingan MVP.
Dua posisi terakhir dalam daftar 10 besar ditempati Cooper Flagg dari Dallas Mavericks dan Nikola Jokić dari Denver Nuggets.
Flagg berada di peringkat kesembilan dengan rata-rata 24,3 poin, 6,3 rebound, dan 6,3 assist. Perkembangannya setelah meraih penghargaan Rookie of the Year menjadi salah satu perhatian pada awal musim ini.
Sementara itu, Jokić harus puas berada di posisi kesepuluh. Pemain Denver Nuggets tersebut mencatatkan rata-rata 23,4 poin, 9,7 rebound, dan 9,3 assist per pertandingan.
Posisi tersebut terbilang menarik mengingat Jokić merupakan pemilik tiga gelar MVP NBA. Namun, awal musim Denver yang belum maksimal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penempatannya dalam daftar sementara tersebut.
Lima Pemain Lainnya Masuk Radar MVP
Selain 10 pemain teratas, NBA juga mencantumkan lima nama lain yang patut diperhitungkan dalam perkembangan persaingan MVP musim ini.
Mereka adalah Ty Jerome dari Memphis Grizzlies di peringkat ke-11, Deni Avdija dari Portland Trail Blazers di urutan ke-12, Cade Cunningham dari Detroit Pistons di posisi ke-13, Scottie Barnes dari Toronto Raptors di peringkat ke-14, serta Jalen Brunson dari New York Knicks di urutan ke-15.
Daftar Kia MVP Ladder tersebut diperbarui setiap pekan dengan mempertimbangkan statistik sepanjang musim, performa dalam pertandingan pekan terakhir, serta ketersediaan pemain.
NBA juga menegaskan bahwa pemeringkatan tersebut merupakan penilaian penulis dan bukan keputusan resmi NBA maupun klub peserta.
Dengan kompetisi yang masih berada pada tahap awal, posisi para pemain berpeluang berubah seiring berjalannya musim. Konsistensi individu dan keberhasilan membawa tim meraih kemenangan akan menjadi penentu penting dalam perebutan gelar MVP NBA 2026-2027.

