Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan hebat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 11,57 persen ke level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Penurunan tajam ini memperlihatkan tingginya tekanan jual di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek bursa domestik.

Tekanan tersebut turut tercermin dari aksi investor asing yang mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp3,40 triliun di pasar reguler. Hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan, dengan sektor industri dasar mencatatkan koreksi terdalam sebesar 13,37 persen.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut tertekan. Saham Bank Central Asia (BBCA) turun 14,81 persen, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah 14,84 persen, sedangkan Bank Mandiri (BMRI) terkoreksi 14,82 persen. Namun, beberapa saham masih mampu bertahan di zona positif, di antaranya BYAN, BSWD, dan DNET.