Pertama, patriotisme yang diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air dan kesediaan memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa. Kedua, kegigihan, yakni kemampuan untuk tetap berjuang, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai hambatan.

Sementara nilai ketiga adalah empati, yaitu kepekaan terhadap persoalan sosial serta kemauan untuk hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Cinta tanah air harus dibuktikan melalui pengabdian. Kegigihan harus disertai nilai-nilai kemanusiaan, sedangkan keberhasilan tidak boleh membuat kita kehilangan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” tegasnya.

Upacara peringatan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, jajaran pejabat Pemerintah Kota Batam, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Amsakar turut mengajak seluruh pemuda di Batam agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi mengambil bagian melalui gagasan, kreativitas, dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Ia berharap generasi muda mampu menjadi kekuatan positif yang membawa perubahan, sekaligus menjaga nilai persatuan dan semangat kebangsaan.

“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Masa depan bangsa adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama hari ini,” tutupnya./Red.