Dalam amanatnya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit atas kesetiaan, dedikasi, dan pengorbanan mereka dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, memperkokoh persatuan bangsa, serta melindungi masyarakat.

Presiden juga mengingatkan bahwa TNI memiliki akar sejarah yang kuat dengan rakyat. Karena itu, prajurit diharapkan senantiasa hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kesulitan yang dihadapi warga, dan memberikan bantuan ketika dibutuhkan.

Menurut Prabowo, pengabdian TNI tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan tugas pertahanan, tetapi juga melalui keterlibatan prajurit dalam membantu masyarakat menghadapi bencana, melakukan evakuasi, membuka akses wilayah yang terputus, serta menyalurkan kebutuhan pokok dan obat-obatan ke daerah terdampak.

Presiden menegaskan bahwa kekuatan sebuah angkatan bersenjata tidak semata-mata ditentukan oleh persenjataan, peralatan, maupun anggaran. Semangat juang, kedisiplinan, dan kesediaan berkorban juga menjadi unsur penting dalam membangun pertahanan negara yang tangguh.

Peringatan HUT ke-81 TNI tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, mantan presiden, perwakilan negara sahabat, pimpinan lembaga negara, serta jajaran Kabinet Merah Putih.

Melalui peringatan ini, pesan tentang pentingnya profesionalisme, pengabdian, dan kedekatan TNI dengan rakyat kembali menjadi sorotan dalam upaya menjaga kedaulatan serta persatuan Indonesia.

Sumber: Siaran Pers Presiden Republik Indonesia.