Widodo memimpin TNI pada periode 1999–2002. Penunjukannya menjadi bagian penting dalam sejarah kepemimpinan militer Indonesia karena ia merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut.
Melanjutkan Pengabdian di Pemerintahan
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Panglima TNI, Widodo AS tetap melanjutkan pengabdian melalui jalur pemerintahan. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia dipercaya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada periode 2004–2009.
Ia kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2009–2014. Pengalaman tersebut memperlihatkan peran Widodo yang tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan militer, tetapi juga mencakup bidang koordinasi kebijakan politik dan keamanan nasional.
Dimakamkan dengan Upacara Militer
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya, Widodo AS direncanakan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/10/2026) pukul 13.30 WIB.
Pihak TNI juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kepergian Widodo AS menutup perjalanan panjang seorang perwira tinggi Angkatan Laut yang pernah berada di pucuk pimpinan TNI dan mengemban amanah strategis di pemerintahan. Rekam jejaknya menjadi bagian dari sejarah perjalanan institusi militer Indonesia pada masa transisi reformasi.

