Indonesia mendorong penguatan regulasi keuangan digital serta perluasan sistem pembayaran lintas negara untuk menciptakan ekosistem keuangan global yang lebih aman, efisien, dan inklusif.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan ketiga Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) G20 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2026). Delegasi Indonesia diwakili Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
Dalam forum tersebut, Indonesia menekankan pentingnya kejelasan aturan hukum dan regulasi dalam mengantisipasi perkembangan inovasi keuangan digital. Kerangka kebijakan yang kuat dinilai dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar sekaligus membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang tepat.
Indonesia juga mengapresiasi peran Financial Stability Board (FSB) dalam memodernisasi regulasi sektor keuangan serta mengidentifikasi berbagai risiko yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi finansial.
Selain penguatan regulasi, Indonesia mendorong pengembangan pembayaran lintas negara berbasis kode QR dan peningkatan penggunaan transaksi mata uang lokal. Kedua langkah tersebut diharapkan mampu menyederhanakan transaksi antarnegara, mendukung aktivitas perdagangan internasional, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Indonesia turut mengusulkan pemetaan awal terhadap kondisi pasar uang dan sistem pembayaran di negara-negara anggota G20. Langkah ini diperlukan mengingat setiap negara memiliki kerangka regulasi, struktur pasar, dan tingkat perkembangan sektor keuangan yang berbeda.
Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi landasan untuk menentukan agenda prioritas bersama dan merancang bentuk kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara.
Indonesia juga menyatakan kesiapan melanjutkan kolaborasi dengan seluruh anggota G20, termasuk Inggris yang akan memegang Presidensi G20 pada 2027. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi internasional dalam menghadapi tantangan serta mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan global.
Melalui berbagai agenda tersebut, Indonesia berupaya memastikan inovasi digital dapat berkembang sejalan dengan stabilitas sistem keuangan, kepastian regulasi, dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

