Provinsi Kepulauan Riau kini resmi dipimpin oleh Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura untuk periode lima tahun ke depan.
Keduanya dilantik bersama 961 kepala daerah lainnya, hasil Pemilu 2024, dalam prosesi pelantikan serentak yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2).
Sebelum pelantikan, Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura bersama rombongan kepala daerah lainnya mengikuti prosesi kirab dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka.
Sesampainya di Istana, acara dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pengangkatan gubernur dan wakil gubernur oleh pihak Kementerian Sekretaris Negara.
Keputusan yang dibacakan meliputi Keppres Nomor 15P Tahun 2025 dan Keppres Nomor 24P Tahun 2025 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur. Sementara untuk bupati dan wali kota, pengesahan dan pengangkatannya merujuk pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 1.00.2.1.3-221 Tahun 2025 dan Nomor 1.00.2.1.3-1719 Tahun 2025.
Prosesi pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyematkan tanda jasa kepada enam kepala daerah terpilih, yakni Gubernur Lampung, Gubernur Maluku Utara, Bupati Merauke, Bupati Karangasem, Wali Kota Singkawang, dan Wali Kota Manado.
Secara keseluruhan, sebanyak 961 kepala daerah beserta wakilnya dari 481 daerah resmi dilantik dalam kesempatan ini. Terdiri dari 33 gubernur dan wakil gubernur, 363 bupati dan 362 wakil bupati, serta 85 wali kota dan 85 wakil wali kota.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pelantikan serentak ini menjadi sebuah momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.
“Ini saya kira adalah momen bersejarah, pertama kali di negara kita, kita lantik 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota dan 85 wakil kota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah dilantik serentak di Istana Merdeka oleh kepala negara,” ujar Presiden Prabowo.

