Fernandes menambahkan bahwa keputusan pelatih untuk menempatkannya di bangku cadangan didasarkan pada penilaian terhadap performanya.

“Manajer mengambil keputusan untuk tidak menurunkan saya sejak awal karena saya belum menunjukkan performa sesuai standar yang diharapkan. Jika keputusan itu dianggap sebagai hukuman, menurut saya keputusan tersebut tetap benar,” ungkap kapten Manchester United tersebut.

Tetap Percaya kepada Pelatih dan Staf

Di tengah tekanan yang mengiringi perjalanan Manchester United, Fernandes menegaskan kepercayaannya kepada Carrick dan seluruh staf kepelatihan tidak berubah.

Baginya, keputusan seorang pelatih merupakan bagian dari tanggung jawab profesional yang harus dihormati setiap pemain.

“Manajer adalah orang yang mengambil keputusan. Saya harus menerima keputusan tersebut dan terus melangkah. Hal itu tidak mengubah kepercayaan saya kepada manajer, staf pelatih, maupun seluruh pemain di klub ini,” tegas Fernandes.

Ia juga berharap kemenangan atas Roma dapat menjadi titik balik bagi Manchester United untuk memperbaiki performa pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Fernandes menilai seluruh elemen tim harus menjaga semangat dan konsistensi agar hasil positif tersebut tidak berhenti sebagai kemenangan sesaat.

“Kemenangan ini seharusnya menjadi titik balik bagi kami. Target saya tetap sama, yaitu berusaha memenangkan setiap pertandingan yang akan kami jalani,” tambahnya.

Kemenangan Penting di Tengah Tekanan

Kemenangan atas AS Roma menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Manchester United setelah melewati sembilan pertandingan tanpa kemenangan di seluruh kompetisi.

Selain mengakhiri catatan buruk tersebut, hasil di Old Trafford juga memberikan ruang bagi Carrick dan skuadnya untuk membangun kembali kepercayaan diri.

Meski demikian, kebangkitan Manchester United belum menjadi jaminan bahwa seluruh persoalan tim telah terselesaikan. Konsistensi dalam pertandingan berikutnya akan menjadi ujian penting bagi Carrick dan para pemainnya.

Bagi Fernandes, kemenangan ini bukan tentang siapa yang harus dipertahankan atau diselamatkan, melainkan bagaimana Manchester United kembali menemukan karakter sebagai tim yang mampu bersaing dan meraih kemenangan.