“Jangan maknai kita sebagai warga NTT yang merantau ke Batam, tapi maknai sebagai warga Batam yang berasal dari NTT,” ungkapnya.

Keberagaman Jadi Modal Sosial Batam
Bagi Amsakar, keberagaman yang ada di Batam merupakan modal sosial yang harus terus diperkuat.

Masyarakat dari berbagai daerah, menurutnya, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan. Semangat tersebut perlu dijaga agar perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan, bukan sumber jarak antarmasyarakat.

“Sesama anak Batam berasal dari mana pun harus menjadikan Batam ini sebagai rumah kita bersama,” tegasnya.

PK NTT Perkuat Peran Sosial di Batam
Ketua Umum PK NTT Kota Batam Andi S. Mukhtar mengatakan, organisasi yang dipimpinnya berupaya menjaga kebersamaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

PK NTT, kata Andi, aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan, olahraga, budaya, dan silaturahmi.

Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempererat hubungan antarwarga NTT di Batam, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi organisasi terhadap lingkungan dan daerah.

“PK NTT hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan keagamaan, kegiatan olahraga, kegiatan budaya, silaturahmi serta berbagai kegiatan bertujuan menjaga kebersamaan masyarakat NTT di Kota Batam,” kata Andi.

Ia menegaskan, masyarakat NTT di Batam ingin menjadi bagian dari pembangunan daerah yang mereka tempati.

Menurutnya, keberadaan masyarakat NTT di Batam bukan sekadar untuk menjalani kehidupan di tanah perantauan, tetapi juga memberikan sesuatu yang positif bagi Kota Batam.

“Kami hadir dengan suatu keyakinan bahwa masyarakat NTT di Kota Batam bukan hanya ingin hidup baik di tanah perantau, tetapi juga ingin memberikan sesuatu yang baik bagi Kota Batam,” ujarnya.

Mubes PK NTT Kota Batam pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas kontribusi masyarakat NTT dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kota Batam./Red.