Usai dilantik, Maruli menyatakan tugasnya sebagai Wakil Panglima TNI adalah membantu Panglima dalam menjalankan tugas. Sementara itu, jabatan barunya sebagai kepala badan pengelola perbatasan dan daerah terpencil diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat serta perekonomian di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Di sisi lain, Tandyo menghadapi agenda untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah yang melibatkan TNI AD. Sejumlah fokus yang disebutkannya meliputi operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan penguatan ketahanan pangan.
Perubahan kepemimpinan ini menempatkan keduanya pada mandat berbeda, tetapi sama-sama strategis. Tandyo bertanggung jawab memimpin TNI AD dan menindaklanjuti agenda yang dibebankan kepada institusinya, sedangkan Maruli mengemban peran dalam komando TNI sekaligus pengelolaan perbatasan dan daerah terpencil. Pelaksanaan tugas tersebut akan menjadi tolok ukur penting bagi efektivitas penugasan baru yang ditetapkan pemerintah.

