“Seperti di Kota Batam, ada Amsakar Achmad berpasangan dengan Li Claudia Chandra (Kader Gerindra), Rahma-Rizha Hafish di Kota Tanjungpinang, di Kabupaten Lingga ada Muhammad Nizar – Novriza. Untuk Gubernur Provinsi Kepri ada Muhammad Rudi-Aunur Rafiq. Jadi, kalau ragu apalagi ketahuan ada yang membelot bahkan berlawanan, maka partai NasDem akan memberikan sanksi tegas kepada anggota DPRD tersebut, bisa antara pemberhentian atau di PAW-kan. Hal ini saya sampaikan berdasarkan rapat dan amanat dari Partai NasDem kemarin,” jelas Pietra Paloh, yang juga sebagai Ketua Umum DPP GARPU itu.

Ia menambahkan, untuk cakada sendiri, tentunya ada pertimbangan tersendiri. Mengingat kedua pasangan calon baik Cawabup, Cawawabup, Cawako, Cawawako, Cagub dan Cawagub bukanlah dari partai yang sama.

“Yang penting tegak lurus dengan instruksi partai, agar mesin partai terus bergerak untuk memenangkan Pilkada Kota, Kabupaten dan Provinsi, sebagaimana yel-yel Partai NasDem ‘Bersatu, Berjuang, Menang’ yang menggaungkan Gerakan Restorasi dan Perubahan, yang dilahirkan dari darah seorang Surya Paloh. Jadi sekali lagi, satu suara memenangkan Cakada murni dari Partai NasDem. Bagaimana mau berjuang kalau tidak bersatu,” pungkasnya.