Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Kepulauan Riau (PGIW Kepri) menggelar soft launching Shelter Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Anti Kekerasan di Kantor Sekretariat PGIW Kepri, Tiban, Kota Batam, Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 16.00 WIB.
Kehadiran shelter ini diharapkan menjadi tempat aman bagi pekerja migran Indonesia yang menghadapi persoalan, khususnya mereka yang dipulangkan atau dideportasi dari luar negeri, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam memberikan perlindungan serta pendampingan.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Umum PGI Pusat Pdt. Dr. Darwin Darmawan, Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI Seriulina br. Tarigan yang mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Ketua Umum PGIW Kepri Pdt. Ronald Rampala, Sekretaris Umum PGIW Kepri Pdt. Otniel Harefa, serta sejumlah perwakilan pemerintah dan kepolisian.
Turut hadir perwakilan Kapolda Kepri melalui AKP Nella Saragih, Kasi Urusan Agama Kristen Kota Batam Ester Sri Liasna, perwakilan Sekda Provinsi Kepulauan Riau Hendra, Kepala Biro Perempuan dan Anak PGI Pusat Ridayani Damanik, serta unsur Majelis Pekerja Harian (MPH), Majelis Pertimbangan (MP), dan Badan Pengurus (BP) PGIW Kepri.
PGI Tegaskan Komitmen Perlindungan PMI
Sekretaris Umum PGI Pusat Pdt. Dr. Darwin Darmawan secara simbolis meresmikan soft launching shelter tersebut. Ia menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari kerja sama PGI dan pemerintah yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 4 Agustus 2026 di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta.
MoU tersebut ditandatangani Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.
Darwin menegaskan, kehadiran shelter yang diinisiasi secara mandiri di tengah berbagai keterbatasan harus dilandasi ketulusan dan kepedulian, disertai keyakinan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan sesuai tugas dan tanggung jawabnya dalam melindungi pekerja migran Indonesia.
“Dua tahun lalu, shelter ini sudah ada, tetapi belum berkelanjutan. Kini, kita menghidupkannya kembali sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen dalam memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia,” ujar Darwin.
Ia berharap, shelter tersebut dapat menjadi tempat yang aman bagi PMI untuk memperoleh pendampingan dan perlindungan yang layak ketika menghadapi persoalan, dengan dukungan pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

