Suatu hari ketika Dia melihat bahwa akar-akar kita telah kuat, barulah Dia mewujudkan pengharapan kita, karena Dia tahu bahwa kita tidak akan goyah atau tumbang ketika telah menerima pengharapan itu. Karena itu, teruslah berharap kepada Tuhan dan taruhlah pengharapan itu kepada Tuhan.

Percayalah bahwa pengharapan itu tidak akan sia-sia, karena janji Tuhan itu YA dan AMIN di atas semua janji yang ada pada manusia, yang kadang kita suka berharap, karena kita mau sesuatu yang instan tanpa proses.

Di dalam Ibrani 6:19 dikakatakn “Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan”./Red.

Sumber : Pdt. Iskandar Dachi