Dari 746 orang yang telah melakukan perjalanan ke luar angkasa, sebanyak 112 orang atau sekitar 15 persen merupakan perempuan. Valentina Tereshkova dari Uni Soviet menjadi perempuan pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa pada Juni 1963.
Amerika Serikat baru mengirim perempuan ke luar angkasa dua dekade kemudian melalui penerbangan Sally Ride pada Juni 1983.
Dalam beberapa tahun terakhir, penerbangan komersial turut meningkatkan jumlah perempuan yang melakukan perjalanan ke luar angkasa.
Eksplorasi Antariksa Memasuki Babak Baru
Perkembangan penerbangan manusia ke luar angkasa kini tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah. Penerbangan komersial turut membuka kesempatan bagi warga sipil untuk melakukan perjalanan ke luar atmosfer Bumi.
Pada April 2026, kru Artemis II melakukan penerbangan mengelilingi Bulan dan mencapai jarak sekitar 406.771 kilometer dari Bumi, melampaui rekor jarak yang sebelumnya dicapai Apollo 13 pada 1970.
Program Artemis selanjutnya diproyeksikan terus membawa manusia lebih dekat menuju eksplorasi Bulan. NASA menargetkan Artemis III pada 2027 dan Artemis IV pada 2028 untuk misi yang berkaitan dengan pendaratan manusia di sekitar kutub selatan Bulan.
India juga merencanakan penerbangan berawak pertama melalui program Gaganyaan pada 2027, yang ditargetkan menjadikan India negara keempat yang meluncurkan manusia menggunakan roketnya sendiri.
Sementara itu, China menargetkan pengiriman astronaut ke Bulan sekitar 2030.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa eksplorasi luar angkasa memasuki fase baru, dari persaingan antariksa antarnegara menuju kombinasi antara program nasional dan penerbangan komersial./Red.

