Posisi Batam dalam jaringan perdagangan internasional semakin mendapat sorotan.

UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia untuk periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026.

Dalam daftar tersebut, Batam berada di posisi keenam. Catatan itu menunjukkan adanya peningkatan konektivitas pelayaran Batam dalam satu dekade terakhir.

UNCTAD mencatat pelabuhan yang masuk dalam daftar tersebut mengalami pertumbuhan konektivitas yang kuat selama periode 10 tahun. Sejumlah pelabuhan bahkan mencatat pertumbuhan hingga ratusan persen.

Dalam daftar tersebut, Malaga, Spanyol, mencatat pertumbuhan tertinggi, disusul Puerto Bolivar, Ekuador; Aliaga (Nemrut), Turki; Pulau Batam, Indonesia; Zhapu, China; Chabahar, Iran; Arkhangelsk, Rusia; Port Hueneme, Amerika Serikat; Haugesund, Norwegia; dan Derince, Turki.

Bagi Batam, catatan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan konektivitas pelabuhan dan posisinya dalam jaringan pelayaran global.

Perkembangan itu sejalan dengan langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat konektivitas pelabuhan, termasuk mendorong layanan pelayaran langsung atau direct call di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan posisi geografis Batam yang berada di jalur strategis perdagangan internasional menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan kawasan.

Namun, menurutnya, keunggulan geografis harus ditopang infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan industri dan dunia usaha.

“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).

Direct Call Batu Ampar Melonjak
Penguatan konektivitas tersebut turut tercermin dari meningkatnya aktivitas layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar.

Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan direct call internasional tercatat mencapai 106 kunjungan kapal. Angka itu meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya mencatat 34 kunjungan.