Atas hal itu, sambung Stephane, dirinya akhirnya bersedia menjadi Ketua Tim Milenial Pejuang Amsakar.

“Pembentukan Tim Millenial ini murni dari dorongan dan desakan kawan-kawan semua yang ingin Batam memiliki pemimpin yang down to earth. Anak muda Batam butuh pemimpin yang mau ngopi bersama dan memberikan solusi langsung bukan bahasa bahasa normatif yang pada akhirnya dirangkup dalam janji dan janji lagi,” jelas Stephane.

Stephane melanjutkan, dibandingkan bakal kandidat lain yang santer disebut-sebut akan maju pada Pilwako Batam mendatang, figur Amsakar yang paling melekat kuat sebagai pembawa harapan anak muda Kota Batam.

“Bagi anak muda Kota Batam, tidak ada sosok yang lebih layak untuk memimpin Batam selain Amsakar Achmad. Anak muda ke depannya ingin diperhatikan tapi tidak di manjakan, ingin diperjuangkan tapi tidak dilupakan,” sebut dia.

Caleg termuda DPD RI tersebut mengulas, pada Pileg 2024 lalu, dirinya yang merupakan representasi anak muda yang maju tanpa background politik, sanggup membuktikan keberadaan generasi muda dalam kancah perpolitikan di Kepri.

“42.203 suara raihan di Pileg kemarin merupakan pencapaian yang luar biasa bagi saya sebagai anak muda yang nol background politiknya. Cita-cita Geng Termuda Terpanggil ini kita lanjutkan bersama di Bang Amsakar,” kata dia.

Terakhir, kata Stephane, salah satu alasan yang membuat ia yakin memperjuangkan Amsakar pada Pilwako Batam adalah apabila sosok Wakil Wali Kota Batam dua periode tersebut bisa menjadi pemimpin di Kota berjuluk “Bandar Dunia Madani”, akan ada harapan di masa depan, bagi orang biasa untuk menjadi pemimpin di kota ini.

“Amsakar yang mulanya bukan siapa-siapa, adalah harapan bagi kita semua untuk mendobrak pintu kepemimpinan di Kota Batam. Kalau Bang Amsakar bisa jadi Wali Kota Batam, berarti anak cucu kita yang bukan siapa-siapa juga bisa memimpin Kota ini di masa yang akan datang,” pungkasnya./Red.