PWMOI Siapkan Pendidikan dan Sertifikasi Jurnalistik
Program Satu Desa, Satu Wartawan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
PWMOI akan memberikan pendidikan dan pelatihan kompetensi jurnalistik kepada masyarakat yang tertarik menjadi wartawan atau reporter.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik peliputan, penulisan berita, etika jurnalistik hingga kompetensi profesional.
Peserta juga diarahkan untuk memperoleh sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi masyarakat yang belum memiliki media online, PWMOI menyatakan akan memberikan fasilitas publikasi melalui jaringan media grup Jaring Media Nusantara (JMN).
Selain pembekalan jurnalistik, peserta program juga dapat memperoleh kartu reporter dan Kartu Tanda Anggota (KTA) PWMOI sesuai ketentuan organisasi.
PWMOI Gandeng Pemerintah dan Sektor Telekomunikasi
Dalam menjalankan program tersebut, PWMOI berencana melakukan koordinasi dan membangun kerja sama dengan sejumlah pihak.
Di antaranya Badan Komunikasi Pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Desa, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), serta perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus mendukung peningkatan kapasitas wartawan yang ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.
Jusuf Rizal menilai perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat keterbukaan informasi dan pengawasan pembangunan.
Terbuka untuk Masyarakat
Program Satu Desa Satu Wartawan terbuka bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan untuk menjadi wartawan atau reporter.
Melalui program tersebut, masyarakat akan mendapatkan pendidikan jurnalistik sebagai bekal menjalankan tugas peliputan di wilayah masing-masing.
PWMOI berharap program ini dapat melahirkan sumber daya manusia jurnalistik yang profesional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi pembangunan di tingkat desa.
Dengan semakin banyaknya wartawan yang hadir di desa, PWMOI berharap pengawasan terhadap pembangunan dapat semakin kuat dan aspirasi masyarakat dari tingkat bawah dapat lebih mudah disampaikan kepada publik maupun pemerintah.
Pada akhirnya, program tersebut diharapkan dapat ikut mendorong terciptanya pembangunan desa yang transparan, partisipatif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

