Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan pemulihan distribusi membutuhkan waktu karena jaringan perpipaan harus kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil.

“Jaringan perpipaan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Denny.

Selain memantau distribusi air, BP Batam melalui Kedeputian Bidang Investasi yang dipimpin Fary Djemy Francis juga turun ke lapangan untuk memantau dampak gangguan terhadap kawasan industri, investor, UMKM, dan fasilitas pelayanan publik.

“Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” ujar Fary.

Amsakar menegaskan, pemerintah akan terus mengawal pemulihan seluruh layanan dasar dan aktivitas ekonomi hingga kembali optimal. Ia juga mengajak masyarakat tetap tenang serta menjaga situasi Batam tetap aman dan kondusif.

Pemerintah berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi keandalan infrastruktur, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Batam.