Pelayanan Asuransi Cakrawala Proteksi di Kota Batam menjadi sorotan setelah seorang konsumen BNI Finance berinisial YS mengaku kecewa dengan proses pengajuan klaim asuransi kendaraan miliknya.
YS menyampaikan kekecewaannya kepada media ini pada Kamis (23/7/2026). Ia menilai proses yang dijalaninya sejak pengajuan klaim hingga keputusan penolakan menimbulkan tanda tanya, terutama karena dirinya mengaku telah diminta melengkapi sejumlah persyaratan oleh pihak asuransi.
Persoalan bermula ketika mobil Honda Brio milik YS yang diperoleh melalui pembiayaan BNI Finance mengalami kecelakaan pada 15 Februari 2026.
Beberapa hari setelah kejadian, YS melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Asuransi Cakrawala Proteksi untuk mengajukan klaim asuransi kendaraan dengan skema TLO (Total Loss Only).
Saat itu, menurut YS, pihak asuransi meminta dirinya segera melengkapi dokumen yang diperlukan. Salah satu dokumen yang diminta adalah surat pernyataan mengenai alasan keterlambatan pelaporan.
YS kemudian memenuhi permintaan tersebut dengan harapan proses klaim dapat berjalan hingga mendapatkan persetujuan. Namun, harapan tersebut berujung kekecewaan.
Setelah menunggu kurang lebih empat bulan, YS mengaku baru mendapatkan informasi pada Juni 2026 bahwa pengajuan klaim asuransi kendaraannya ditolak.
Bagi YS, persoalan bukan hanya mengenai klaim yang ditolak. Ia mempertanyakan mengapa dirinya tetap diarahkan untuk melengkapi berbagai dokumen apabila sejak awal terdapat persoalan mendasar terkait keterlambatan pelaporan.
“Harusnya dari awal mereka sampaikan kepada saya jika klaim asuransi ini bakal ditolak, bukan disuruh mengurus syarat-syaratnya. Sudah disuruh membuat surat pernyataan, namun tetap juga ditolak. Jadi, di mana toleransi Asuransi Cakrawala Proteksi?” ujar YS dengan kecewa.
Menurut YS, proses tersebut membuat dirinya merasa tidak mendapatkan kepastian yang jelas sejak awal pengajuan klaim.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum memilih produk maupun perusahaan asuransi kendaraan, terutama dengan memahami ketentuan pelaporan dan mekanisme klaim yang tercantum dalam polis.
“Ke depan harus hati-hati. Saya tidak berani memberikan rekomendasi untuk bergabung dengan Asuransi Cakrawala Proteksi. Jasa pelayanannya buruk,” tegasnya.
Asuransi Cakrawala: Klaim Ditolak karena Terlambat Lapor
Untuk mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan, media ini melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Cabang Asuransi Cakrawala Proteksi di Kota Batam.
Tomas selaku kepala cabang membenarkan bahwa pengajuan klaim YS ditolak.
Namun, menurutnya, dasar penolakan bukan persoalan kelengkapan dokumen, melainkan keterlambatan pelaporan kejadian.
“Alasannya karena terlambat lapor,” kata Tomas saat ditemui di Kantor Cabang Asuransi Cakrawala Proteksi pada Jumat (24/7/2026).
Pernyataan singkat tersebut menjadi bagian penting dalam persoalan ini. Di satu sisi, konsumen mempertanyakan proses pelayanan dan lamanya kepastian yang diterima. Di sisi lain, pihak asuransi menyatakan keterlambatan pelaporan sebagai alasan penolakan klaim.
Perbedaan sudut pandang tersebut membuat proses klaim YS belum berhenti pada keputusan penolakan.
BNI Finance Sudah Dua Kali Ajukan Banding
Media ini kemudian meminta tanggapan BNI Finance Kota Batam terkait persoalan tersebut.
Kepala Cabang BNI Finance Batam, Surya, mengatakan pihaknya telah melakukan upaya banding terhadap keputusan penolakan klaim tersebut.
Bahkan, menurut Surya, proses banding telah dilakukan sebanyak dua kali karena jawaban dari pihak Asuransi Cakrawala Proteksi masih tetap sama.
“Kita sudah melakukan banding. Sudah dua kali banding karena alasan dari cabang asuransi Cakrawala tetap dengan jawaban yang sama. Jadi, kita banding lagi, tapi hasilnya masih menunggu,” ujar Surya.
Dengan demikian, polemik klaim kendaraan milik YS masih belum menemui titik akhir. Hasil banding menjadi penentu apakah keputusan penolakan klaim tersebut akan tetap dipertahankan atau kembali ditinjau.
Konsumen Soroti Kepastian dan Transparansi Pelayanan
Kasus ini menyoroti pentingnya kepastian informasi dalam proses klaim asuransi. Bagi konsumen, penolakan klaim tentu merupakan keputusan yang memiliki konsekuensi besar, terlebih kendaraan masih berkaitan dengan pembiayaan.
Persoalan yang dipertanyakan YS bukan semata-mata mengenai diterima atau ditolaknya klaim, tetapi juga mengenai bagaimana informasi mengenai persyaratan, keterlambatan pelaporan, proses verifikasi, hingga keputusan akhir disampaikan kepada konsumen.
Konsumen pada dasarnya membutuhkan kejelasan mengenai apakah sebuah klaim masih dapat diproses sejak awal atau memiliki kendala yang berpotensi menyebabkan penolakan.
Dalam kasus YS, keputusan penolakan baru diterimanya setelah menunggu sekitar empat bulan. Sementara itu, pihak BNI Finance menyatakan masih mengupayakan banding dan menunggu hasil keputusan selanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, hasil akhir proses banding atas klaim kendaraan YS masih belum diketahui.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan maupun klarifikasi lebih lanjut./Red.

