Pada 1977, Guruh mendirikan Swara Mahardhika sebagai wadah pengembangan seni pertunjukan. Namanya kemudian lekat dengan sejumlah karya musik dan pertunjukan yang menjadi bagian dari perjalanan seni Indonesia. Kiprahnya membuat Guruh dikenal luas bukan hanya sebagai putra Bung Karno, tetapi juga sebagai sosok yang aktif berkarya di bidang seni dan kebudayaan. 
Selain berkarya di dunia seni, Guruh juga terjun ke dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPR RI melalui PDI dan kemudian PDI Perjuangan dalam beberapa periode. Dengan perjalanan tersebut, Guruh menjalani kehidupan publik di dua bidang yang berbeda, yakni kebudayaan dan politik.
Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan catatan panjang tentang sosok putra Bung Karno yang memilih membangun identitasnya melalui seni, sekaligus tetap terlibat dalam kehidupan politik nasional. Karya dan kiprahnya menjadi bagian dari perjalanan kebudayaan Indonesia selama beberapa dekade./Red.

