Tidak hanya itu, Gubernur Ansar menyebutkan iklim investasi di Kepri yang kondusif sudah dibuktikan dengan adanya tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri. Tiga KEK tersebut adalah KEK Galang Batang, KEK Batam Aerotechnic, dan KEK Nongsa.
“Sekarang ketiga KEK tersebut sudah meningkat pesat dan memberikan return investasi yang baik, kami dari pemerintah daerah juga membuka pintu lebar untuk investor UAE menanam modal di Kepri,” ujar Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar pun mengungkapkan jika di tanggal 21-22 September mendatang Y.M Abdulla Salem akan membawa rombongan besar pengusaha dan investor UEAdatang ke Indonesia. Ia pun optimis jika Kepulauan Riau menjadi salah satu prioritas utama untuk investasi bagi UEA.
Sementara itu, Abdulla Salem mengatakan kerjasama antara Indonesia dan UAE yang berjalan begitu baik adalah hasil dari hangatnya hubungan antara Presiden RI Joko Widodo Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed (MBZ) Al Nahyan.
“Di bawah pimpinan Presiden Jokowi dan Yang Mulia MBZ, terbangun hubungan bilateral yang harmonis antara Indonesia dengan UEA,” kata Abdulla Salem.
Abdulla Salem melanjutkan, kerjasama yang dilakukan UEA untuk Indonesia berfokus pada kebermanfaatan nilai yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan juga untuk pelestarian lingkungan.
“Kami berkomitmen menciptakan perubahan kualitatif dalam kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi, yang berkontribusi bagi pencapaian kemakmuran dan pembangunan bagi rakyat. Inilah yang selalu dicita-citakan oleh pemimpin UEA yang bijaksana,” katanya.
Di akhir jamuan, Gubernur Ansar dan Abdulla Salem tampak saling bertukar cindera mata. Gubernur Ansar memberikan Tenun motif Bunga Kundur Berantai dan Suriati Sisi Ikan, sementara Abdulla Salem memberikan kurma khusus untuk Gubernur Ansar.
(Red)

