Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat promosi investasi di sektor kesehatan dengan memperkenalkan potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Internasional Batam kepada investor global melalui ajang Medical Fair Asia 2026 di Singapura.
Medical Fair Asia 2026 berlangsung pada 9–11 September 2026 di Marina Bay Sands, Singapura. Pameran yang diselenggarakan Messe Düsseldorf Asia Pte. Ltd. tersebut menjadi salah satu forum bisnis penting di Asia Tenggara yang mempertemukan pelaku industri medis, teknologi kesehatan, serta penyedia layanan kesehatan dari berbagai negara.
Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara di Asia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kondisi ini menjadikan Medical Fair Asia sebagai ruang strategis bagi pelaku usaha dan pemerintah untuk membangun jejaring, memperkenalkan potensi pasar, sekaligus membuka peluang investasi baru.
Dalam kesempatan tersebut, BP Batam membawa potensi investasi sektor kesehatan Batam ke hadapan investor internasional. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah pengembangan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan berdaya saing regional.
Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan keikutsertaan BP Batam dalam Medical Fair Asia 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan Batam sebagai salah satu destinasi investasi potensial bagi pengembangan pariwisata kesehatan di kawasan regional.
“Kami memanfaatkan momentum Medical Fair Asia 2026 untuk memperkenalkan Batam sebagai kawasan yang memiliki posisi strategis dan didukung KEK di bidang pariwisata kesehatan. Potensi ini kami tawarkan kepada investor sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan berdaya saing di kawasan regional,” ujar Dendi.
Dendi Gustinandar Paparkan Peluang Investasi Kesehatan Indonesia
Tidak hanya melakukan promosi, Dendi juga mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam sesi Market Entry Briefing: Indonesia.
Dalam forum tersebut, ia memaparkan berbagai peluang bisnis, prospek investasi, serta potensi pasar sektor kesehatan di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan posisi strategis Batam.
Kehadiran BP Batam dalam forum tersebut dinilai penting karena Batam memiliki posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional dan berdekatan dengan Singapura serta Malaysia.
Potensi tersebut menjadi salah satu modal dalam pengembangan Batam sebagai kawasan yang dapat menghubungkan layanan kesehatan, investasi, pariwisata, teknologi, dan industri pendukung dalam satu ekosistem.
Dendi menegaskan, pengembangan sektor kesehatan di Batam tidak hanya diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan nasional.
Lebih jauh, sektor tersebut juga diharapkan mampu mendorong Batam tumbuh sebagai pusat layanan kesehatan berstandar internasional di kawasan regional.
BP Batam Bidik Investasi Berkualitas
Masuknya investasi sektor kesehatan dinilai memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian Batam.
Selain memperkuat fasilitas dan layanan kesehatan, investasi di sektor tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan transfer pengetahuan dan teknologi, serta menciptakan peluang bagi tumbuhnya industri pendukung.
Pengembangan pariwisata kesehatan juga berpotensi memberikan efek berganda terhadap sektor lain, seperti perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga jasa pariwisata.
Karena itu, promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di forum internasional menjadi bagian dari strategi BP Batam dalam mendorong masuknya investasi berkualitas.
Amsakar-Li Claudia Sambut Positif Promosi Investasi Kesehatan
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyambut positif partisipasi RSBP Batam dalam Medical Fair Asia 2026.
Keduanya berharap keikutsertaan tersebut dapat memperluas jejaring investasi sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha internasional terhadap Batam.
Menurutnya, forum internasional seperti Medical Fair Asia dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi Batam kepada calon investor dan mitra strategis dari luar negeri.
Partisipasi RSBP Batam dalam pameran tersebut juga memperkuat positioning Batam sebagai kawasan investasi yang terbuka terhadap pengembangan industri dan jasa bernilai tambah.
Melalui pengembangan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, BP Batam terus mendorong hadirnya investasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Investasi di sektor kesehatan diharapkan mampu menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian Batam dan Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, transfer teknologi, pertumbuhan industri pendukung, hingga penguatan sektor pariwisata.
Dengan strategi tersebut, Batam diarahkan tidak hanya menjadi kawasan industri dan perdagangan, tetapi juga berkembang sebagai salah satu hub layanan kesehatan dan ekonomi regional yang terhubung dengan pasar global./Red.

