Mauro menilai peran Kadu semakin penting karena komposisi pemain Borneo FC tidak didominasi pemain dengan postur tinggi. Karena itu, kemampuan penjaga gawang dalam membaca bola atas menjadi salah satu faktor penting untuk meredam serangan tuan rumah.
Selain menjalankan tugas di bawah mistar, Kadu juga mendapat penilaian positif dalam membantu Borneo FC membangun serangan dari lini belakang. Mauro menyebut timnya berusaha memainkan bola dari belakang untuk keluar dari tekanan, bukan hanya mengandalkan umpan panjang.
Buriram sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol. Salah satu peluang terbaik terjadi pada awal babak kedua ketika sepakan Paulinho mengenai tiang gawang dan kembali mengenai tiang lainnya. Borneo juga beberapa kali mendapat kesempatan melalui serangan balik, tetapi tidak ada yang berujung gol.
Menjelang akhir pertandingan, Buriram harus bermain dengan 10 pemain setelah Narubadin Weerawatnodom menerima kartu kuning kedua. Meski mendapat keuntungan jumlah pemain, Borneo FC belum mampu memecah kebuntuan.
Hasil imbang tersebut membuat Borneo FC mengawali perjalanan di Grup A ASEAN Club Championship dengan satu poin. Performa defensif Pesut Etam, terutama ketenangan Kadu Monteiro di bawah mistar, menjadi salah satu catatan positif dari laga menghadapi juara bertahan kompetisi tersebut./Red.

