Menurutnya, media memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Terlebih, kebijakan BP Batam bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat, pelaku usaha hingga calon investor.

“BP Batam tentu sangat mendukung keberadaan media yang profesional dan independen. Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi publik untuk mengetahui perkembangan pembangunan Batam,” katanya.

Ariastuty menegaskan, komunikasi antara pemerintah dan media perlu dibangun secara terbuka dan profesional. Hal tersebut dinilai penting agar informasi mengenai pembangunan, investasi dan pelayanan publik dapat diterima masyarakat secara utuh.

“Kami ingin hubungan BP Batam dengan media terus berjalan secara terbuka dan profesional. Kami membutuhkan media sebagai mitra komunikasi untuk menyampaikan berbagai perkembangan pembangunan, investasi, pelayanan publik, maupun kebijakan yang berkaitan dengan Batam,” ujarnya.

Ia juga menyebut perkembangan media siber merupakan bagian dari dinamika komunikasi publik yang perlu mendapat dukungan bersama. Pemerintah, media dan masyarakat dinilai memiliki ruang untuk membangun dialog yang sehat melalui informasi yang faktual dan bertanggung jawab.

Ariastuty berharap momentum HUT ke-5 AMSI Kepri dapat memperkuat kontribusi media siber dalam mengawal pembangunan di Kepulauan Riau.

“Kami berharap AMSI Kepri terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam ekosistem informasi di Kepulauan Riau. BP Batam terbuka untuk terus berdialog dan berkolaborasi, sehingga informasi mengenai pembangunan dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat,” tuturnya.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi BP Batam untuk menegaskan komitmennya membangun komunikasi publik yang terbuka bersama media, terutama dalam menyampaikan perkembangan pembangunan dan berbagai kebijakan di Batam./Red.