Selain itu, AMPERA turut menyerahkan buku presentasi tentang Kepulauan Nias yang disusun oleh Mayjen TNI (Purn.) Drs. Christian Zebua. Buku tersebut berisi pemaparan strategis mengenai kondisi wilayah, potensi sumber daya, serta urgensi pemekaran sebagai solusi untuk mempercepat pembangunan daerah kepulauan.
“Kami juga menyampaikan materi presentasi Ketua Umum Badan Pembinaan Politik (BPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKN) yang menegaskan urgensi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias dalam rangka memperkuat kedaulatan wilayah berbasis maritim dan menjadikan Nias sebagai garda terdepan di wilayah barat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelasnya.
Budiyarman menegaskan bahwa seluruh dokumen tersebut merupakan bagian dari rekam jejak panjang perjuangan pemekaran Kepulauan Nias – mulai dari pembentukan wilayah administrasi menjadi empat kabupaten dan satu kota, hingga perjuangan kelima kabupaten/kota tersebut untuk menjadi Provinsi Kepulauan Nias.
“Dokumen ini kami sampaikan agar pemerintah pusat memiliki dasar akademik, historis, dan konstitusional yang utuh dalam melihat urgensi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias,” pungkasnya.
Menanggapi penyampaian tersebut, Wapres RI menyampaikan apresiasi atas informasi penting dan strategis yang disampaikan oleh elemen rakyat Kepulauan Nias. Ia juga menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi perhatian dan atensi pemerintah pusat ke depan.
Usai dialog singkat, Wapres RI mengajak pimpinan AMPERA untuk berfoto bersama sebagai penutup pertemuan./Red.

