Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara kritik dan melawan kebijakan kapitalis Menteri Desa, Yandri susanto yang akan menutup semua gerai Alfamart, Indomaret dan Warung Madura (MaduraMart) seluruh Indonesia karena kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Itu dholim dan membunuh mata pencaharian masyarakat.
Ormas Madas Nusantara menolak dan melawan kebijakan Kemendes yang mau menyengsarakan rakyat. Alfamart, Indomart maupun Warung Madura (MaduraMart) yang lebih dulu hadir, tidak bisa semena-mena digusur atas nama koperasi.
“Seharusnya koperasi itu tujuannya untuk mensejahterakan rakyat, bukan menyengsarakan rakyat,” tegas Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal, Relawan Prabowo Subianto itu kepada media di Jakarta.
Komentar itu disampaikan pria berdarah Madura-Batak keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja menjawab pertanyaan media, atas statemen Mendes, Yandri Susanto yang akan menutup seluruh gerai Alfamart, Indomart, MaduraMart (Warung Madura) se-Indonesia.
Dikatakan saat ini Warung ritel modern ada 42.000 (22.682 Indomart dan 20.120 Alfamart). Sementara Warung Madura jumlahnya ratusan ribu tersebar se-Nusantara.
Menurut Jusuf Rizal Menteri Desa, Yandri Susanto, tidak memiliki tupoksi langsung mengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Itu merupakan tupoksi langsung Menteri Koperasi, Ferry Juliantora. Artinya jika menyangkut koperasi, maka yang lebih berhak adalah Kementerian Koperasi.
“Jadi Yandri Susanto fokus saja pada tupoksi sebagai Kemendes. Jangan kegatelan urus yang bukan tupoksinya. Kemudian atas nama KDMP mau gusur ekonomi dan usaha masyarakat yang lebih dulu hadir dan ada aturannya. Negeri ini bukan milik mamaknya, yang seenaknya main gusur,” tegas Jusuf Rizal, penggiat anti korupsi Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat).

