Partai yang didukung para loyalis Bapak HM. Soeharto, Presiden Republik Indonesia ke-2, Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia), kini mulai memanaskan mesin politik dengan melakukan konsolidasi pemutakhiran data di KPU (Komisi Pemilihan Umum) menuju Pemilu 2029. Rabu (15/07).
Pemutakhiran data dilakukan guna menyegarkan kepengurusan, baik tingkat DPP DPW, DPD maupun DPC. Kemudian termasuk masalah administrasi, keanggotaan maupun persyaratan yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.
“Misalnya saat ini semua Partai diharuskan memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) dan mengikuti KLBI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). Dengan demikian harus ada penyesuaian dan perubahan AHU ( Hukum Umum),” papar Ketua Umum Partai Parsindo, KRH. HM. Jusuf Rizal, SH kepada media usai konsolidasi pemutakhiran data di Jakarta.
Sebagaimana diketahui, Partai Parsindo didirikan Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak yang berbasis para loyalis Bapak HM. Soeharto, jaringan LSM, para pekerja dan buruh, kaum perempuan, seniman, nasionalis, religius dan kerakyatan. Parsindo telah memiliki cabang di 38 provinsi dan 514 Kabupaten Kota se-Nusantara.
Tahun 2024, Tommy Soeharto (Hutomo Mandala Putra), putra Bapak HM. Soeharto bergabung ke Partai Parsindo. Seluruh pendukungnya di Partai Berkarya melebur ke Parsindo, setelah Tommy didepak dari Partai Berkarya.
Komitmennya ke Partai Parsindo dibuktikannya dengan menyediakan kantor pusat Parsindo. Selain itu, Tommy juga meminta mengganti atribut Partai Parsindo yang semula merah diganti menjadi Kuning Oranye.
Ini menunjukkan jika Partai Parsindo akan melanjutkan perjuangan Bapak HM. Soeharto dalam membangun Indonesia. Parsindo sebut New Orba (Yang baik dipertahankan yang tidak baik bagi masyarakat dan bangsa dibuang)

