Konsep pembangunan Bundaran Ufuk Selatan dirancang tidak berhenti pada bangunan utama.
Kawasan sekitar monumen akan dilengkapi berbagai elemen lanskap yang menggabungkan fungsi estetika dan kenyamanan. Planter box, plaza, hardscape serta softscape berupa rumput akan memperkuat karakter kawasan.
Pada malam hari, pencahayaan LED akan menjadi salah satu elemen yang membuat landmark tersebut tampil lebih menonjol. Sementara signage dan CCTV disiapkan sebagai bagian dari fasilitas pendukung kawasan.
Penataan tersebut diharapkan membuat Simpang Barelang memiliki identitas yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di sekitarnya.
Amsakar menegaskan, setiap pembangunan di Kota Batam harus memberikan nilai tambah terhadap kawasan dan tidak mengabaikan aspek keselamatan maupun lingkungan.
“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.
Simpang Barelang Diproyeksikan Jadi Ikon Baru Batam
Dengan adanya pembangunan tersebut, Simpang Barelang diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai titik pertemuan arus lalu lintas menuju kawasan Barelang.
Penataan Bundaran Ufuk Selatan diharapkan mampu menciptakan identitas visual baru bagi kawasan strategis tersebut.
Kolaborasi BP Batam dan dunia usaha melalui program CSR juga menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Keterlibatan sektor swasta dapat menjadi bagian penting dalam mempercepat peningkatan kualitas kawasan.
Jika pembangunan berjalan sesuai konsep, Bundaran Ufuk Selatan berpotensi menjadi salah satu titik yang memperkuat citra Batam sebagai kota yang terus berbenah, memiliki tata ruang yang semakin baik, serta mampu menghadirkan landmark yang merepresentasikan karakter kota./Red.

