Lanjutnya, Pemerintah Kota Batam yang dalam hal ini Eksekutif dan Legislatif juga harus sinergi duduk bersama merumuskan regulasi yang jelas tentang pengelolaan sampah di Kota Batam, terutama dalam Perhitungan tipping fee, perhitungan tipping fee dapat mempertimbangkan berbagai faktor, seperti volume sampah yang diolah, jenis sampah, dan teknologi yang digunakan dalam pengolahan sampah, beberapa daerah telah menetapkan tipping fee melalui Peraturan Daerah (Perda) atau kesepakatan antara pemerintah daerah dengan pengelola sampah.

“Kita ketahui bersama bahwa persoalan Tipping fee yang belum dirumuskan ini pada prakteknya menjadi insentif bagi pengelola sampah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sampah seperti pemrosesan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif serta Mendorong investasi dalam pengelolaan sampah, terutama dengan penggunaan teknologi baru,” jelasnya.

Suyono Saputro melanjutkan bahwa diskusi yang dilakukan ini harus digelar kepada halayak publik agar adanya keterbukaan dalam mekanisme pengelolaan sampah, kita sebagai akademisi dan pemerhati miris melihat situasi yang terjadi saat ini, langkah pemerintah dalam pengendalian sampah belum maksimal masih saling lempar dan belum menemui titik terang perihal regulasi payung hukumnya.

“Oleh karena itu, forum publik perlu digelar dengan mengundang seluruh elemen baik dari Eksekutif dan Legislatif bahkan para pelaku usaha (Investor) juga harus dihadirkan agar terdapat solusi yang konkrit dalam pengentasan sampah di Kota Batam menuju kota yang modern dan sejahtera,” ungkapnya.

Supriyadi selaku koordinator FAHMI kepri menyambut baik atas rekomendasi yang diberikan oleh DR. Suyono Saputro tentang Forum Publik, maka dari itu FAHMI merencanakan Forum Publik itu digelar pada bulan Juni 2025 mendatang,

“Untuk tanggal pastinya akan dibahas pada rapat berikutnya serta merumuskan siapa saja panelisnya yang berkompeten dan para penggiat lingkungan serta jika dimungkinkan akan juga mengundang para Investor untuk menyaksikan langsung Forum diskusi publik tersebut,” tutupnya./Tim Red.