BP Batam akan terus mendorong peningkatan sektor air bersih, transportasi, dan infrastruktur perkotaan agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Fary Francis: Investasi Harus Berujung Lapangan Kerja
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menekankan pentingnya memastikan investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak ekonomi.
Menurutnya, keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur berdasarkan nilai investasi yang tercatat, tetapi juga dari kecepatan realisasi, nilai tambah yang dihasilkan, hingga jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta.
“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja,” tegas Fary.
BP Batam pun terus mendorong masuknya investasi berkualitas pada sejumlah sektor strategis, seperti manufaktur maju, data center, industri digital, energi, dan logistik.
Pengembangan sektor-sektor tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
Batam Tak Sekadar Tumbuh Tinggi
Pertumbuhan ekonomi sebesar 7,28 persen menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menjadi salah satu tujuan investasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah ekonomi di Kepri.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut berlangsung secara berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan penguatan investasi, infrastruktur, pelayanan publik, serta penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi Batam diharapkan tidak hanya tercermin dalam angka makroekonomi, tetapi juga semakin terasa dalam kehidupan masyarakat.
“Target kita bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” demikian penegasan BP Batam./Red.

