Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menguji sistem subdrain di 18 titik kawasan Central Business District (CBD) Batam Center sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi saat hujan.

Metode tersebut dirancang untuk mempercepat aliran air dari permukaan jalan menuju sistem drainase di bawahnya. Dengan begitu, air di badan jalan diharapkan tidak terlalu lama tertahan dan durasi genangan dapat ditekan.

Uji coba dilakukan di sejumlah titik yang sebelumnya teridentifikasi memiliki persoalan genangan. Beberapa di antaranya berada di kawasan Mega Mall, Batam City Mall (BCM), BRI, Mitra 10, Bank Mandiri, halte Pos Indonesia, serta sejumlah lokasi lainnya di kawasan CBD Batam Center.

Pemilihan 18 titik tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan, terutama lokasi yang selama ini menjadi titik genangan.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan sistem subdrain saat ini masih dalam tahap pengujian untuk melihat seberapa efektif metode tersebut dalam mempercepat masuknya air ke jaringan drainase.

“Yang kami lihat adalah bagaimana air bisa lebih cepat masuk ke sistem drainase. Karena itu, sistem subdrain ini kami uji terlebih dahulu di titik-titik yang berdasarkan evaluasi memiliki persoalan genangan,” ujar Mouris Limanto didampingi Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Wulung Dahana, Selasa (15/9/2026).

Air Lebih Cepat Masuk Drainase
Berdasarkan hasil awal uji coba di 18 titik, sistem subdrain menunjukkan bahwa air dapat lebih cepat masuk ke saluran drainase.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi waktu air menggenang di permukaan jalan. Namun, BP Batam masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas sistem ketika menghadapi berbagai kondisi dan intensitas hujan.

“Ini masih tahap uji coba. Hasilnya akan terus kami evaluasi, terutama saat menghadapi intensitas dan kondisi hujan yang berbeda. Dari situ akan dilihat apakah metode ini efektif untuk dikembangkan di lokasi lainnya,” jelas Mouris.

CBD Batam Center Jadi Lokasi Awal
Penerapan subdrain dilakukan secara bertahap dengan kawasan CBD Batam Center sebagai lokasi awal pengujian.

Metode tersebut dipilih karena relatif mudah diterapkan serta dinilai dapat menjadi alternatif penanganan genangan dengan kebutuhan biaya yang lebih efisien dibandingkan pekerjaan yang membutuhkan pembangunan maupun perubahan sistem drainase secara besar-besaran.

Hasil pengujian pada 18 titik selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi BP Batam untuk menentukan kemungkinan penerapan metode serupa di lokasi lainnya.

Pendekatan tersebut memungkinkan penanganan genangan dilakukan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing titik, sekaligus tetap memperhatikan kinerja sistem drainase secara keseluruhan.

“Kami ingin memastikan setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat di lapangan. Kalau hasil evaluasi menunjukkan metode ini efektif, tentu akan kami pertimbangkan untuk diterapkan di lokasi lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” tutupnya./Red.