Amsakar menilai keputusan PT Altiva Identity Data Center berinvestasi di Batam merupakan langkah yang tepat. Selain memiliki posisi strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Singapura, Batam juga memperoleh dukungan regulasi dari pemerintah pusat yang semakin memperkuat daya tarik investasi.

Ia juga menyinggung meningkatnya perhatian dunia terhadap Batam sebagai tujuan investasi teknologi. Salah satunya terlihat dari rencana investasi kemitraan Firmus Technologies Australia bersama Nvidia untuk pengembangan fasilitas produksi GPU di Batam yang ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I tahun 2027.

Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan menjaga iklim investasi dengan membangun narasi positif tentang Batam sebagai daerah yang aman, kondusif, dan ramah investasi.

Menurutnya, berbagai indikator makroekonomi menunjukkan kinerja Batam yang terus menguat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam telah mencapai 83,8, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau dan masuk lima besar di Sumatra. Capaian tersebut mencerminkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat.

Di sisi lain, sektor manufaktur masih menjadi penopang utama perekonomian Batam dengan kontribusi sekitar 52–56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam. Sementara terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Riau, kontribusinya mencapai 62–68 persen.

“Berbagai capaian ini menunjukkan arah pembangunan Batam berada di jalur yang tepat. Mari kita satukan tekad dan memperkuat kolaborasi agar Batam semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tutup Amsakar./Red.