Amsakar mengatakan, pembangunan infrastruktur memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan investasi di Batam.
“Pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi Batam,” tegasnya.
BP Batam Janji Kelola Anggaran Secara Akuntabel
Dalam RDP tersebut, Amsakar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI terhadap pelaksanaan tugas BP Batam dalam mengelola, mengembangkan dan membangun KPBPB Batam.
Ia menegaskan komitmen BP Batam untuk memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien dan akuntabel.
“Kami berkomitmen menjalankan anggaran secara efektif, efisien dan akuntabel, sehingga setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, pengembangan Batam dan perekonomian nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengapresiasi kinerja BP Batam.
Ia berharap anggaran yang disiapkan dapat dikelola secara akuntabel dan inklusif melalui program-program prioritas yang terukur.
“Kami apresiasi kunjungan kita di lapangan mendapati banyak sekali capaian progresif Batam di mata masyarakat dan pelaku usaha. Kami harap agar anggaran ini dapat dikelola secara efektif dan akuntabel melalui program prioritas yang terukur untuk meningkatkan pelayanan publik, investasi, konektivitas, penciptaan lapangan kerja dan daya saing Batam,” harap Adisatrya.
Dengan usulan RKA sebesar Rp2,44 triliun tersebut, BP Batam menempatkan penguatan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik dan percepatan investasi sebagai bagian dari agenda kerja pada 2027./Red.

