“Kita lakukan evaluasi menyeluruh agar semua kegiatan selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Menurut Amsakar, percepatan realisasi bukan semata soal serapan anggaran, melainkan memastikan setiap rupiah memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi lintas OPD menjadi kunci agar pembangunan berjalan efisien dan berdampak langsung pada pelayanan publik.

“Kita ingin pembangunan cepat, efisien, dan hasilnya bisa segera dinikmati warga,” tegasnya.

Kepala BPKAD Kota Batam, Abdul Malik, menambahkan bahwa realisasi belanja fisik hingga akhir September mencapai 37,96 persen dari total Rp900 miliar, atau sekitar Rp345 miliar. Capaian ini tergolong wajar karena sebagian besar proyek fisik masih dalam tahap pengerjaan dan pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai sesuai aturan.

Untuk menjaga penyerapan tetap sesuai jadwal, BPKAD melakukan evaluasi rutin setiap triwulan. Malik optimistis realisasi belanja modal akan meningkat signifikan menjelang akhir tahun seiring rampungnya sejumlah proyek.

“Sebagian besar pekerjaan ditargetkan selesai di penghujung tahun, dan capaian belanja akan naik sesuai target,” pungkasnya./Red.