Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan penyalaan listrik 24 jam ini, termasuk almarhum H. Nyat Kadir, anggota DPR RI yang turut memperjuangkan pengadaan dua mesin melalui skema CSR bersama pemerintah pusat.
Meski sempat menghadapi tantangan dalam pengelolaan , Wali Kota Amsakar menyampaikan bahwa perhatian serius dari pemerintah pusat, khususnya pada masa Presiden Prabowo Subianto, sangat membantu dalam percepatan realisasi proyek ini di wilayah 3T.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, Wakil Gubernur, PLN Pusat, dan semua pihak yang terlibat. Sekarang, Pulau Pemping, Pulau Sugi, Seluan, dan Numbing sudah terang 24 jam. Saya berharap perhatian serupa juga diberikan kepada Pulau Labun dan wilayah lain yang masih belum menikmati listrik secara penuh,” tambahnya.
Amsakar juga menekankan pentingnya akses listrik dalam membuka peluang usaha, meningkatkan pendidikan, dan memperkuat daya saing masyarakat pesisir.
“Pembangunan harus memberikan kesejahteraan. Listrik membuka ruang investasi, mencerdaskan anak-anak pulau, dan memperkuat keutuhan wilayah. Saya harap masyarakat juga menjaga situasi yang kondusif agar Batam dan Kepri semakin hebat ke depan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua DPRD Kepri Iman Setiawan, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan, Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hendra Asman, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zainal Arifin, serta Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Pusat, Adi Priyanto./Red.

