Namun, kegiatan di Kapal tangker MT Federal II sudah beroperasi lagi hingga terjadi kejadian kedua kali yang menelan korban lebih banyak dari kejadian pertama. Atas kejadian yang sudah dua kali ini, patut dicurigai ada oknum yang sedang bermain di belakang layar sehingga kejadian yang pertama lolos dari jerat hukum.

Selanjutnya, pada Rabu (22/10), DPC F Lomenik SBSI Batam, FSP TSK SPSI Batam, FSPMI Kota Batam, Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) Batam, Partai Buruh Kota Batam yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam dengan jumlah massa kurang lebih 100 orang, melakukan unjuk rasa yang bertempat di depan PT ASL Shipyard Indonesia dan PT Caterpillar Jl. Brigjen Katamso, Kel. Tanjung Uncang, Kec. Batu Aji, Kota Batam.

Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan 3 tuntutan, yakni hapus Outsourcing, tegakkan aturan K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup), dan wujudkan PHI (Pengadilan Hubungan Industrial) di Batam.

Tim media ini juga melakukan konfirmasi kepada PT ASL Shipyard, namun belum ada tanggapan. Kemudian, melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian, juga belum ada respon hingga berita ini diterbitkan./Red.